SENI BENJANG,SENI BUHUN LELUHUR TATAR SUNDA
SENI
BENJANG,SENI BUHUN LELUHUR TATAR SUNDA
Kebudayaan
di Indonesia itu banyak. Salah satunya di Tatar Sunda. Siapa yang tidak tau Tatar
Sunda ? . Deaerah yang terkenal dengan berbagai keseniannya serta sasra-sastra
lainnya yang menakjubkan.
Bicara
soal Tatar Sunda mungkin Anda-Anda sekalian akan langsung tertuju pada satu
daerah Ya Bandung !. Salah satu daerah yang berada di Provinsi Jawa Barat.
Siapa yang tidak tau Bandung ? Kota yang sedang digandrungi karena saat-saat
ini gencar dengan pembangunan tata kota yang sangat spektakuler ? Kota yang
dikelilingi gunung-gunung serta suhunya yang sejuk dan tak lupa Kota dimana
surganya kuliner ? Seperti seblak mungkin yang saat ini jadi primadona di
Bandung ? Atau tempat-tempat bersejarahnya seperti Goa Belanda ?.
Terlalu
banyak kekhasan di Bandung ini tapi kali ini saya akan berbicara mengenai
kebudayaan di Tatar Sunda tepatnya pada bidang keseniannya. Mungkin Anda-Anda
sekalian sudah tidak asing dengan Angklung,Tari Jaipong,Ketuk
Tilu,Lengser,Kliningan ini adalah merupakan contoh dari kesenian di Tatar Sunda.
Tapi,tahukah
Anda masih ada kebudayaan yang mungkin masih asing di telinga Anda karena
memang kesenian yang satu ini masih kurang dikenal oleh masyarakat luas .
Kesenian
tersebut ialah kesenian Benjang.
Benjang
merupakan kesenian seperti pagelaran yang berkembang di daerah kaki Gunung
Manglayang tepatnya di sekitar daerah Kecamatan Ujung Berung. Kesenian ini
menampilkan atraksi kuda lumping yang sedikit mirip dengan kesenian kuda
lumping di Jawa juga menampilkan atraksi Kuda Renggong dan atraksi Singa Depok.
Anda
mungkin pernah mendengar kesenian Kuda Renggong dari Sumedang dan kesenian
Singa Depok dari Subang bukan. Kesenian ini dulu dijakadikan sarana untuk
berkumpul guna melawan para penjajah. Sekarang,kesenian ini dijadikan ajang
hiburan atau tasyakuran bagi keluarga yang sedang melaksanakan hajatan seperti
khitanan.
Begitupun
dengan kesenian Benjang yang membedakan Benjang adalah sebuah kesenian
kombinasi yang menampilkan beberapa unsur. Sebetulnya dulu kesenian Benjang
adalah kesenian yang menampilkan “Tarung” atau adu otot juga. Jadi dulu
Kesenian Benjang ini dilaksanakan di siang dan malam hari. Siangnya atraksi
kuda lumping dan lainnya,malamnya adu otot atau “Tarung” yang biasa disebut
Benjang Gelut.
Untuk
siang harinya menampilkan atraksi kuda lumping dengan diiringi alunan lagu khas
Sunda. Dalam atraksi ini masih ada unsur kesenian debusnya karena ada saatnya
si pemain makan gelas dan piring tanpa sadar. Maksudnya Kesenian Benjang ini
sangat dekat dengan hal-hal mistis. Karena para pemain di buat tidak sadar yang
di rasuki oleh mahkluk ghaib yang menjadikan mereka seperti “Kuda Lumping” yang
gagah berani tapi liar sehingga untuk menangani ini di Kesenian Benjang ada
namanya “Malim” orang yang mengendalikan para pemain yang kesurupan. Pemain
tidak hanya kesurupan seperti “Kuda Lumping” tetapi ada saatnya si “Malim”
merubah mereka menjadi berlaku seperti macam dan monyet yang sering di sebut
sesi “Momonyetan” dan “Mamacanan”.
Kesenian
ini tidak bisa dilaksanakan begitu saja,karena sesaat sebelum kesenian ini
dilaksanakan biasanya pimpinan kesenian Benjang akan melakukan ritual guna untuk
berdoa kepada Yang Maha Kuasa agar di mudahkan serta meminta izin pada leluhur
agar turut serta membantu melancarkan.
Pada
saat ini Benjang di daerah Kecamatan Ujung Berung sedang banyak digandrungi
oleh masyarakat. Biasanya Kesenian ini sering meramaikan hajat Khitanan tetapi
sekarang hajat pernikahan pun ada.
Begitu
sangat di gandrungi , sekarang ini grup Benjang sangat banyak dan juga banyak
di kreasikan seperti banyak pagelaran yang di tampilkan dalam penampilan
Benjang. Dan sangat disayangkan saat ini Benjang tidak lagi menampilkan adu
otot sehingga jam tayangnya haya pada siang hari saja.
Dalam
pementasan Kesian Benjang umunya menampilkan :
·
Atraksi
Singa depok ( Sekarang di kreasikan tidak hanya Sing Depok bahkan hampir tidak
dipakai lagi di beberapa grup karena di ganti dengan Burung Rajawali )
·
Atraksi
Kuda Renggong
·
Atraksi
Kuda Lumping ( yang khas adalah kadang kala suatu grup Benjang menampilkan
“Hoe” sejenis kuda lumping tetapi ini hanya terbuat dari jenis kayu yang benama
hoe yang melengkung kemudian di salah satu pangkal di berikan bentuk wajah seperti
wajah kuda. Dalam sesi kuda lumping ini merangkap dengan “Momonyetan” dan
“Mamacanan”)
Yang
uniknya dalam kesenian ini selain atraksi yang telah disebutkan adalah dari
alunan musik yang sangat mengugah jiwa karena mengalun seperti mebangunkan
sesuatu. Karena dalam ritme sangat mistis sekali. Alat-alat kesenian benjang
seperti gong,gendang,kecrek,kempul,terompet. Di kesenian Benjang ini melantunkan
lagu-lagu khas Sunda yang bahkan sangat buhun (kuno) sekali dan ternyata memang untuk
memanggil roh-roh agar merasuk kedalam raga si pemain. Lagunya seperti Bangbung
Hideung,Karembong Kayas,Buah Kawung.Kembang Gadung,Wangsit Siliwangi,Kembang
beureum. Dan lagu Kindung yang disinyalir lagu utama dan yang pertama yang
harus dinyanyikan pada saat acara dimulai karena sebagi simbol pengakuan mereka
terhadap roh-roh leluhur. Ini adalah beberapa syair lagu Sunda Buhun. Tetapi
dalam Benjang juga tidak luput untuk meyanyikan lagu lain seperti dangdut.
Tertarik untuk mendengarkan lagu dangdut versi nada Benjang ? Silahkan tonton
kesenian ini.
WANGSIT SILIWANGI
Kiwari
geus gumelar
Putar
Pajajaran anyar
Wawangina
sumebar
Sajagad
raya kawentar
Ampuh
simpuh tur sabar
Kasatria
wiwitan
Nyukcruk
galuh cacandran
Siliwangi
keur pananggeuhan
Kapahlawanan
Juru
bakti perjuangan
Lambang
kajayaan
Teguh
kana perjuangan
Baheula
kacapangan
Dina
jaman Galuh Pakuan
Nu
kamashur Pajajaran
Tempat
payung kaadilan
Ayeuna
dikondangan
Numpes
nu mawa paesan
Siliwangi
ginanjar
Seungit
nyambuan ka mashur
Wangsit
mitutur
Nepungkeun
asma luluhur
Wawanenna
kaukur
Numpes
kajalan takabur
Kembang Gadung
Bismillah
ngawatina manggung
Muji
Syukur ka Hyang Agung
Neda
jembar hampurana
Kembang
gadung nu kahatur
Kasadayana
kaum dangu
Neda
rahmat safaatna
Ti
Gusti nu Maha Suci
Neda
diaping dijaring
Neda
safaat pang riksa
Sareng
kapara Karuhun
Nyanggakeun
ieu pangbakti
Ulah
bade hiri dengki
Kembang
Gandung lagu buhun
Warisan
mah Karuhun urang
Alah
ieung neda katari katampi
Pang
bakti ti seuweu siwi
Pang
bakti ti seuweu siwi
Ieu
lagu Kembang Gadung
Muji
syukur ka Hyang Agung
Kembang
Gadung nu kahatur
Kasadaya
kaum dangu
Neda
rahmat safaatna
Ti
Gusti nu Maha Suci
Neda
diaping dijaring
Neda
safaat pangriksa
Sareng
ka para Karuhun
Nyanggakeun
ieu pang bakti
Ulah
bade hiri dengki
Nyanggakeun
hiburannana
Dipirig
ku gending
Lumayan
tambih lumayan
Lumayan
pangibur manah
Alah
ieung neda katari katampi
Pang
bakti ti seuweu siwi
Dalam
kesian ini begitu mistis ditambah sosok “Bangbarongan” yaitu wujudya seperti
barong Bali dan Barongsai. Tetapi sangat berbeda dengan barong bali dan
barongsai hanya sekilas saja. Dan juga untuk para penonton tidak diperkenankan
pikiran kosong atau melamun selama menonton pertunujukkan ini dikarenakan takut
terjadi hal yang tidak dinginkan. Dan saat ini kesenian Benjang telah ada
Paguyubannya yang baru saja diresmikan oleh Gubernur Dadang Naser.
Jika anda penasaran untuk mengobati itu silahkan lihat cuplikan Kesenian Benjang di https://www.youtube.com/watch?v=JgqUPN5J29U
Komentar
Posting Komentar