CERITA FANTASY
A
NIGHT WITH VAMPIRE
Langit khas Negeri Lamora
menyelimuti insannya. Pohon-pohon yang menjulang menggait setiap insan-insan
yang bernyawa. Inilah Negeri yang terpencil dari peradaban dunia,negeri yangtak
pernah orang tahu selain bangsa vampire. Negeri yang lepas dari pandangan
manusia luar.
Disini tak ada sinar matahari yang
terang yang ada hanya awan mendung bersahaja. Masih sangat kuno. Bayangkan saja
semua yang berada di Negeri Lamora harus bisa ‘Memanusiakan Seorang Vampire’.
Ya,disini seperti itu. Walaupun
sebetulnya warga negeri Lamora saat ini tak ada yang mengetahuijika vampire itu
ada. Ini dikarenakan manusia yang hidup saat ini adalah generasi 16. Yang
dimana dari turunan ke 10,vampire yang dulunya bersahabat dengan manusia harus
rela menutupi jati diri baik lahir dan batinnya pada manusia.
Ini berawal pembocoran seorang
pengkhianat yang menyatakan pada dunia luar bahwa ada dunia yang menjadikan
vampire sebagai manusia atau dengan kata lain negeri yang sebagian warganya
adalah vampire. Mungkin ini gila,tapi inilah kenyataan. Kadang kenyataan memang
diluar yang diduga. Dan hal itu sempat membuat Negeri Lamora banyak di kunjungi
kapal-kapal asing yang ingin mengetahui Negeri Lamora yang penuh dengan
teka-teki.
“Mac..aku sudah bosan membaca buku
sejarah ini..banyak bahasa yang aku tak mengerti, semuanya kiasan ! ah..kenapa
si penulis tidak langsung membeberkannya ! supaya kita tak kelimpungan
mengetahui sejarah Negeri kita !”
“Bacalah..dengan hati maka kamu akan
mengetahuinya!”
“Kau tahu aku tak suka membaca !
Lebih baik kau saja yang menjelaskannya”
“Tidak mau !”
“Kenapa ? Ah..nanti ku traktir di
kedai Miss Merry bagaimana ?”
“Tidak..terimakasih”
“Yah..ayolah Mac..masa aku harus
dihukum lagi oleh Mr Anderson gara-gara tak mengerti sejarah negeri sendiri”
Issabelle memajukan bibirnya beberapa centi.
“Lebih baik kau tanyakan saja apa
yang kau tak mengerti lalu aku akan menjawabnya”
“Yasudahlah. Begini Mac..dibuku ini
tertulis..Sejiwa tapi tak sama,Sepijak tapi berbeda menjangkau cahaya yang
bersamaan itu maksudnya apa ?”
“Kau tidak tahu apa arti kalimat itu
? Ya Tuhan..Issabelle itu kan semboyan negeri kita !” Mac sangat terkejut.
“Masa sih ? “ Issabelle memasang
tampang tak bersalah
“Kau bagaimana sih ? Kau selalu
pergi ke kota dan melihat patung kebesaran itu hampir setiap minggu karena
ayahmu seorang pegawai kerajaan ! tapi kau malah tak tahu menahu tentang
semboyan negeri kita ? Astaga...kau berapa lama sih hidup di ngeri ini ? Hei
ingat ya..bangsa yang baik adalah yang menghargai jasa para pendiri negeri dan
mengetahui asal usul negerinya sendiri” Mac menaikkan suaranya karena kesal
dengan kepolosan Issabelle.
“Disana kan tulisannnya huruf Nound
! Aku tak tahu lah” Issabelle membela diri.
“Seharusnya kau membaca sejarah
kalau kalimat yang ditulis huruf Nound di Patung kebesaran itu sudah di
artikan”
“Sudahlah aku tidak mau berdebat
denganmu lebih baik sekarang kau menjawab pertanyaanku selanjutnya ini
pertanyaan yang saaangat aku ingin tahu sekali kenapa di negeri kita manusia
harus memanusiakan vampire? Kebanyakan vampire kan licik ! Terus Raja kenapa
tidak mau memunaskan bangsa vampire ? Bukannya dia punya pusaka yang sangat
ditakuti oleh bangsa vampire? Dan kenapa kita tidak boleh berinteraksi dengan
orang selain dari negeri ini ? Kenapa kita tidak mengikuti peradaban di luar
sana ?”
Mac mengusap wajahnya kasar
sepertinya Issabelle benar-benar bodoh dalam hal sejarah. Padahal setiap siswa
di Negeri Lamora harus bahkan wajib mengetahui sejarah berdirinya Negeri
Lamora. Sejak umur 5 tahun semua anak di Negeri Lamora sudah diajarkan sejarah
tapi anehnya di negeri Lamora para guru hanya mengajarkan tentang sejarah
Negeri Lamora saja.
“Oke aku akan jawab tapi kamu harus
dengarkan baik-baik. Dulu Raja pertama Lamora Hudson Walmare adalah seseorang
yang dilahirkan dari dunia luar ia mempunyai teman Jack Ludwick yang ternyata
seorang vampire. Saat itu sedang gencar-gencarnya dilakukan pembersihan dari
roh jahat lalu banyak vampire yang terbunuh maklum kejadian itu beratus ratus
tahun yang lalu ketika dunia luar pun mengetahui keberadaan vampire. Setelah
pembersihan itu mereka menyatakan tidak ada satu pun vampire yang hidup mereka
salah besar karena ternyata Hudson Walmare melarikan diri dengan keluarga
Ludwick,keluarga vampire yang mempunyai kekutan super. Lalu mereka menemukan
sebuah pulau yang sekarang diberi nama Negeri Lamora. Beberapa tahun kemudian
keluarga Ludwick memulangkan Hudson karena mereka merasa manusia haruslah
bergaul dengan manusia lagi. 10 tahun kemudian Hudson kembali dengan membawa
serta istri dan anaknya yang berumur 5 tahun. Charlie Ludwick sangat marah
karena dengan kedatangan Hudson membawa serta manusia lain yang akan
membahayakan bangsa vampire. Tapi Hudson sangat cerdik beliau berhasil membujuk
bangsa vampire agar mereka bersahabat dengan manusia. Saat itu alasan Hudson
kembali ke Lamora karena ia tak sanggup dengan kehidupan luar yang semakin
menjadi-jadi. Ia hanya ingin mendapatkan kedamaian dan keselarasan. Mulai dari
situ Hudson ditugaskan menjadi seorang Raja Lamora karena Hudson orang yang
cerdas dan mengetahui bagaimana menumbuhkan dan memajukan Lamora. Mulai dari
situ Hudson mengajak beberapa sahabatnya yang sama –ingin mendapatkan kedamaian
dan keselarasan. Hudson membawa 30 orang masuk kedalam Lamora. Dan setelah itu
ia membuat peraturan yang berisikan :
1.
Manusia wajib memanusiakan vampire
2.
Vampire tidak diperkenankan meminum darah manusia Lamora apalagi memangsanya
3.
Vampire diperbolehkan minum darah manusia tetapi bukan darah manusia Lamora
saat siang kegelapan tiba.
4.
Manusia dan Vampire tidak boleh bersatu
Dan
pusaka itu adalah liontin milik Hudson yang kini masih terpakai di jasadnya
yang tak pernah membusuk “ Mac menyudahi ucapannya dan menoleh ke arah
Issabelle yang hanya bisa melongo
Hari libur yang ditunggu telah tiba.
Issabelle yang masih terkantuk-kantuk menyusuri lorong rumahnya karena
mendengar keributan di luar rumahnya.
“Apa kau juga mendapatkannya Rose”
ucap salah satu tetangga Issabelle. Rose itu adalah nama ibu Issabelle.
Issabelle yang baru benar-benar sadar sangat kaget ketika para warga keluar
rumah. Di langit sudah berseliweran merpati putih pengantar surat.
“Ada apa ini bu ?” tanya Issabelle
“Seluruh warga desa mendapatkan
surat dari Raja Marchose untuk datang ke alun-alun Lamora”
“Memangnya ada apa bu ?”
“Entahlah ibu tidak tahu. Ayahmu
juga tak memberi tahu apapun tentang kerajaan”
“Oh..yasudah aku mandi dulu”
Saat
Issabelle hampir menghilang di balik pintu ia menoleh karena Mac yang tiba-tiba
saja datang.
“Issabelle!”
“Mac ? Ada apa ?”
“Kamu sudah tahu tentang Raja
Marchose ?”
“Ya memangnya kenapa ?”
“Tidak apa-apa sih..eh kau sibuk
tidak hari ini ? kalo tidak aku tunggu kamu di danau”
Issabelle
hanya mengangguk
*****
Danau
Lamora yang indah tak tertandingi menggenang tenang. Tampak selaras dengan
apa-apa yang ada di sekitarnya. Issabelle memainkan air dengan tangannya. Ia
berusaha mengusir rasa bosan karena Mac tak kunjung datang padahal hari semakin
siang. Pikirannya masih bergelayut dengan berita yang baru ia dapatkan dari
Raja Marchose. Apa yang akan ia umumkan ? apa tentang perjanjian Vampire? Apa
vampire itu benar-benar ada ?
DOR
“AAAAAAA”
Issabelle
kaget dengan kedatangan Mac yang hampir membuatnya jatuh kedalam danau.
“Mac
! kamu itu apa-apa in sih ? bagaimana kalu aku jatuh ke danau lalu mati ?”
“Aku
akan ikut mati denganmu Issabelle!”
“Mana
mungkin ! aku yang jatuh “
“Kau
ini tidak peka ya !”
“Maksudmu
?”
“Ah
sudahlah..aku cuma mau membahas tentang surat yang tadi pagi. Menurutmu Raja
akan memberitahu tentang apa ?”
Issabelle
mengedikkan bahu “Entah aku tak tahu”
“Mungkin
gak dia akan membahas vampire?”
Issabelle
menatap serius Macia pun sempat berpikir seperti itu “Aku juga sempat berpikir
seperti itu“
“Kau
mendengar tidak ketika Mr.Anderson sedang menjelaskan bahwa Vampire-Vampire
yang hilang akan kembali saat lamora diduduki oleh generasi ke-16”
Issabelle
menggeleng “Memangnya Mr. Anderson pernah berkata begitu ?”
Mac
mendengus kesal dan menjitak kepala Issabelle
“AWW
kau kasar Mac !”
“Makanya
kalo guru sedang menjelaskan itu dengarkan bukannya tidur !”
“Kau
kan tahu aku tak suka dengan sejarah !” Issabelle pun marah kemudian mendiamkan
Mac beberapa saat.
Lalu
issabelle tertegun ketika Mac
mengeluarkan kulit rusa yang berisi tulisan yang begitu ruwet.
“Apa
itu ?”
“Inilah
yang mau aku tunjukan. Kau ingat ketika kita pergi ke kota bersama ?” Issabelle
mengangguk “Masih ingat tidak kalo saat
itu kita tak sengaja menabrak guru besar ?” Issabelle seperti mengingat ngingat
“ Yang berjanggut putih ?” Mac mengangguk “Saat itu sebenarnya kulit rusa ini
tertinggal aku mau mengembalikannya tapi tak sempat..”
“Tunggu
dulu..bukannya kejadian itu satu tahun yang lalu ya ?”
“Memang
iya ? Kenapa ?”
“Astaga..Mac
jadi selama setahun kau menyimpannya?”
“Iya..aku
mau mengembalikannya tapi aku gak tahu rumah Guru Besar dimana lalu Mr.
Anderson mengajarkan kita cara membaca huruf Nound dan aku ingin membaca
tulisan di kulit rusa ini tapi tetap tak bisa terbaca semuanya. Aku baru ingat
kalo kalimat paling bawah ini adalah semboyan negeri kita. Tulisannya sama
persis pada patung Raja Hudson dan Pangeran Jack”
“Eh
iya ya kau memang pintar Mac !” ucap Issabelle yang sedang memegang kulit rusa
itu.
“Tapi..”
Mac terlihat bimbang
“Kenapa
?”
“Aku
ingin sekali bisa membaca kalimat-kalimat yang ada di kulit rusa ini sayangnya
nya aku cuman bisa mengartikan satu kata..”
“Apa?”
“Vampire”
Issabelle
terbelalak “Mac bisa jadi ini adalah tulisan ini adalah mantra pemanggil
Vampire!” Seru Issabelle antusias
“Tidak
mungkin yang ada mungkin ini adalah perjanjian antar manusia dengan vampire”
“Pendapat
aku dan kamu masih mungkin ! jadi salah satu pendapat kita mungkin saja benar
adanya “ ucap Issabella setengah berbisik
Lalu
mereka terhanyut dengan pemikiran sendiri-sendiri dan tak terasa hari sudah
sore.
“Mac
pulang yuk !”
“Kamu
duluan saja aku masih ingin disini”
“Ayolah
Mac..”
Mac
tidak bergeming
“Bagaimana
kalo besok kita ke rumah Guru Besar ?”
Mac
sontak saja kaget “Yang benar ? Memangnya kau tahu dimana rumah Guru Besar itu
?”
Issabelle
menggeleng yang disambut tundukan lesu patah arang oleh Mac
“Tapi
aku akan bertanya pada Ayahku ! Pasti tahu !”
Mac
tersenyum “Ayo kita pulang supaya besok tak kesiangan !”
Mac
menautkan jari-jari nya di tangan Issabelle. Mereka berjalan seraya menggenggam
satu sama lain seakan takingin berpisah. Diperjalanan menuju desa mereka
sesekali tertawa karena ucapan-ucapan konyol mereka. Lalu tibalah mereka sampai
di persimpangan jalan.
“Dadah
Mac..jangan kangen aku yak !!!” teriak Issabelle
“Dah..Issabelle
kamu juga jangan sampai mimpiin aku !”
“Kalo
aku mimpiin kamu berati aku mimpi buruk hahahha”
“Awas
kau Issabelle !”
*******
Merpati putih menghiasi langit
Lamora. Kini alun-alun Lamora telah penuh sesak oleh warga Lamora. Telah
berdiri mimbar kebesaran Raja Lamora dengan kemewahan di setiap sisinya.
Pengawal telah siap siaga di setiap penjuru. Keriuhan semakin menjadi ketika
keluarga kerajaan Lamora datang.
“Raja
Marchose !”
“Ratu
Aleana !”
Mereka
terus menyerukan kedua nama agung itu. Disambut dengan terompet keramat
kerajaan yang menggaung menandakan acara akan dimulai. Saat terompet yang
terbuat dari perak itu memancarkan keindahannya serta gaungan yang membuat
siapa saja yang mendengarnya terdiam.
“Para
warga Negeri Lamora yang kucintai mungkin kalian bertanya-tanya mengapa saya
sebagai Raja Lamora ke-16 mengumpulkan kalian disini. Sesuai dengan titah Raja
yang terdahulu bahwa pada generasi ke-16 Lamora akan seperti semula..seperti
saat akan masa-masa kejayaan. Dimana manusia dan vampire bersahabat dan selaras
dengan alam. Maka dari itu saya umumkan 2 hari mendatang bangsa vampire akan
keluar dari persembunyiannya.”
Perkataan
Raja membuat semua warga Lamora terkejut pertanyaan mereka tentang mengapa
harus memanusiakan vampire akan terjawab .
“Sesuai
peraturan yang dibuat oleh Mendiang Raja pertama Raja Hudson Walmare bahwa kita
harus bisa memanusiakan seorang vampire ! maka dari itu bersiap-siaplah dengan
pesta penyambutan bangsa lama kita !”
Saat
Raja menutup pidatonya seketika riuh pun mencuat. Sorak sorai beretebaran
dimana-mana. Negeri Lamora akan segera melahirkan bangsa yang hilang. Menorehkan
sejarah bagi warga-warga Lamora.
Sebentar
lagi Lamora akan dilahirkan kembali. Hari-hari yang berbeda akan dimulai 2 hari
mendatang hari dimana semua akan selaras. Awal Negeri Lamora akan segera
dimulai. Semua warga bergelayut dengan pemikirannya sendiri dengan kedatangan
bangsa vampire begitupun Mac dan Issabelle yang kini mulai bergegas untuk
menemui Guru Besar.
“Seberapa
jauh sih ? Kamu yakin gak salah jalan ?” Mac sudah berkali-kali bertanya
seperti itu.
“Kamu
ini bawel sekali sih ? aku yakin kok ini jalannya !” Issabelle mendengus kesal
seraya mengehntakkan kaki.
“Aku
takut nyasar ! Kalau nyasar bagaimana ?”
“Kau
takut Mac..?” ucap Issabelle menyelidik seraya bibirnya tersenyum jahil Mac
yang sadar itu lalu berkata “Aku takut kita gak bisa pulang saja ! nanti
merepotkan orang tua kita ! Jangan pikir macam – macam !”. “Bilang saja kau
takut Mac..tak usah mengelak !” Issabelle terus saja menggoda Mac..
Mac
yang kesal hanya bisa mendelik sebenarnya dia takut kalo kenapa-kenapa dia
terlalu parno untuk ukuran remaja yang berusia 15 tahun tapi apa mau dikata
gengsinya terlalu tinggi. “Sudahlah percepat jalanmu supaya kita bisa
cepat-cepat bertemu Guru Besar”. Issabelle yang tahu wajah ketakutan Mac hanya
bisa tertawa geli dalam hatinya.
Memang
jalan menuju rumah Guru Besar sangat menyeramkan. Banyak pohon-pohon besar di
setiap sisi jalan setapak. Lalu mereka tertegun dengan satu rumah dari kayu
yang sangat antik dengan di sisi kanannya ada pohon beringin besar sekali.
Seketika Mac dan Issabelle merinding ketika melihat beringin itu.
“Issabelle
kau yakin ini rumahnya ?”
“Entahlah..tapi
jalan yang ditujukan Ayah sudah kulakukan dan tak ada yang salah kurasa..dan
tidak ada rumah kan selain rumah ini ?”
“Iya
juga sih..tapi aku ragu”
“Aku
juga ragu..”
Uuukkk..ukkk..ukkkk
Sontak
mereka ketakutan ketika dengan tiba-tiba saja seekor gagak hampir menyambar
mereka. Tanpa sadar Issabelle memeluk Mac. Dan..
BLAK
Pintu
rumah itu terbuka
Sontak
saja mereka sangat ketakutan dan berpelukan. Karena dengan tiba-tiba pintu
rumah itu terbuka menampilkan sosok berbadan besar dan berjanggut putih.Issabelle
bergetar dan hampir menangis di pelukan Mac..
“Ah
ternyata anak-anak ya..”
Suara
ramah itu membuat Issabelle rileks dan mendongak
Guru
Besar ?
“Issabelle
berhenti memelukku” Issabelle salah tingkah setelah menyandari kalau sejak tadi
memelukMac..pipinya seketika merona
“Kenapa
malah bengong ?” Mac dan Issabelle menatap takut-takut pada Guru Besar. “Kalian
pasti ketakutan karena Gagak ku kan ? jangan takut dia memang seperti itu pada
orang baru .. ayo masuk “
Saat
masuk rumah Issabelle dan Mac sangat terkagum-kagum melihat arsitektur rumah
Guru Besar sangat indah dan klasik apalagi setelah melihat ruangan melingkar ke
atas ah bukan tapi tangga yang melingkar ke atas.
“Baiklah..ada
apa kalian kesini ? “
“Em...kami
mau mengembalikkan ini” Macmenyodorkan kulit rusa itu.
Guru
Besar sangat terkejut “Ah ku kira mantra ini terselip karena banyaknya buku
yang ku punya ternyata selama ini ada di kau ? Terimakasih telah menyimpannya”
Mac
terkejut dengan reaksi Guru Besar padahal dari jauh – jauh hari ia sudah
menyiapkan mental serta pembelaan jika dimarahi Guru Besar karena dia tak cepat
mengembalikkan kulit rusa itu.
“Maaf
Guru Besar .. baru saya kembalikan hari ini padahal saya sudah menyimpannya
satu tahun”
“Ah..tidak
apa-apa aku banyak kulit rusa ini. Dulu saat ku tahu ini hilang aku segera
membuatnya lagi”
“Jadi
kau tak terlalu memerlukan ini ? Padahal Mac selalu bermimpi buruk tentang
kulit rusa ini mungkin gara-gara tak cepat mengembalikannya”. Ucap Issabelle
polos yang disambut mata horror Mac,lagi-lagi Issabelle mengucapkan aibnya
seolah-olah sesuatu hal yang biasa.
“Ahahaha
sudah-sudah bukannya aku tak memerlukannya tapi aku berusaha mengikhlaskan .
Jika memang itu milikku maka akan datang kepadaku dan terbukti ini milikku
setelah setahun hilang kini kembali lagi”
Mac
hanya menunduk malu karena perkataan Issabelle yang sangat tidak tahu aturan
sedangkan Issabelle yang sejak tadi mencuri-curi pandang dengan tangga yang
melingkar di depannya.
“Apakah
kau ingin pergi kesana ?” ucap Guru Besar yang menyadari tatapan Issabelle.
“Maaf..tidak
terimakasih” ucap Issabelle
“Tak
perlu sungkan ayo..”
Guru
Besar menganjak Mac dan Issabelle menaiki tangga yang melingkar. Tak di duga,
tangga itu melingkar ke atas seperti tak berujung,keringat membanjiri pelipis
Issabelle dan Mac. Saat mereka sampai di atas Issabelle langsung menghampiri
satu jendela untuk mendapatkan angin segar. Ketika ia sadar melihat ke luar
jendela ia tertegun ternyata sekarang ia berada di dalam pohon beringin ! This
amazing !.
**********
“Inilah malam yang
ditunggu-tungu..malam dimana saudara kita yang hilang akan kembali ! “ ucap
Raja Marchose mengebu-gebu.
Hari ini adalah hari dimana bangsa
Vampire akan menunjukkan wujudnya untuk yang pertama kali setelah kejadian di
generasi ke – 10 itu. Mac dan Issabelle nampak antusias. Semua rakyat Lamora
sangatlah antusias. Pertanyaan selama beratus-ratus tahun akan segera terjawab.
Tapi Guru Besar nampak tidak antusias.
“Marilah kita sambut Raja Stuard
Ludwick dan Ratu Aradella Ludwick..!” Seketika semua rakyat Lamora tertuju
dengang dua sosok yang menginjakkan dikarpet merah tersebut. Nampak biasa sama
seperti manusia namun ada yan janggal mereka terlihat seperti kepala sekolah
Evermort. Mac dan Issabelle tak terkecuali rakyat Lamora yang tak menyangka
semua bangsa vampire itu adalah oarng-orang yang di kenal oleh mereka.
Mac dan Issabelle lebih terkejut
ketika Miss Merry pun ikut barisan dengan para vampire itu. Dan banyak sekali
orang-orang yang dekat dengan mereka yang ternyata vampire. Semua rakyat Lamora
bertanya-tenya tentang hal itu. Tapi Guru Besar itu nampak tenang-tenang saja..
“Dan sambutlah dengan meriah
Pangeran Federick Mario Ludwick..”
Terlihat
seorang pria tampan menjejaki kakinya di
karpet merah itu. Aura dingin nan mengoda sukses menghipnotis setiap
mata rakyat Lamora. Begitu eksotis di mata mereka. Riuh semakin membuncah
ketika pangeran itu tersenyum,Issabelle hanya bisa terpaku melihat Pangeran
itu..seakan waktu berhenti berputar. Dia melihat Pangeran itu meliriknya.
“Baik..rakyat Lamora ! mungkin
kalian berpikir mengapa semua bangsa vampire ini terlihat seperti orang-orang
yang kalian kenal ! Karena selama ini bangsa vampire selalu mendampingi kita “
Semua rakyat Lamora ber oh ria
dengan penuturan Raja Marchose. Penuturan Raja berlangsung kembali ternyata
selama ini para keluarga kerajaan dan Guru Besar memang sering berinteraksi
dengan bangsa vampire. Dengan kata lain bangsa vampire tidaklah menghilang
hanya saja mereka menutupi jati diri dengan menyamar sebagai manusia dan
berbaur layaknya sebagai manusia biasanya. Kini negeri Lamora terlahir kembali.
#############
5
TAHUN KEMUDIAN
Issabelle menghentakkan kakinya. Ia
sedikit melemparkan buku yang dibawanya ke hadapan Mac. Mac yang tak tahu
kenapa sahabatnya ini bisa sebete inihanya bisa berjengit kaget.
“Kenapa
?”
“Aku
LGBT”
Mac
menaikkan sebelah alisnya tanda ia tak mengerti bahasa Issabelle.
“Aku
lagi bete Mac sangat bete...”
“Bete
kenapa ? karena harus belajar ? tenanglah sebentar lagi kita lulus. “
“Bukan
itu..”
“Lalu
?”
“Kau
tahu masalahku Mac..”
Mac
mengambil nafas lalu meletakkan buku yang sedang di bacanya “Kenapa dengan
vampire itu lagi ?”
Issabelle mengangguk. “Dia...”
“Dia egois,sombong,dingin,sok
kegantengan..” potong Mac
“Hihi ko kamu tahu sih Mac ?”
“Karena kamu sudah sering
mengucapkannya ! Seperti tak ada topik lain yang berkualitas selain
membicarakan Pangeran Federick !”
“Entahlah..Mac mungkin aku
menyukainya”
“Untuk ke 456 kali kau mengatakan
hal yang sama ? Issabelle dia itu vampire..kau tahu kan peraturan di Negeri
Lamora ?”
Issabelle mengangguk lesu. “Lalu aku
harus bagaimana ?”
“Katakan saja langsung..”
“Kapan ? menunggu pemeriksaan
pengajaran?”
Issabelle menunduk pasrah. Issabelle
menyukai Pageran Federick sejak ia melihat di hari bangsa vampire membuka jati
dirinya. Tapi selama 5 tahun ini Issabelle hanya melihat pangeran Federick
sebanyak lima kali. Dan waktunya sama ketika pemeriksaan pengajaran. Karena
pada saat itu Pangeran Federick akan mengunjungi setiap kelas saat jam pelajaran.
Dan anehnya Pangeran Federick selalu duduk di belakang Issabelle dan itu
membuat Issabelle gugup.
“Kau lupa ?” lanjut Mac
“Apa ?” sahut Issabelle lalu mendongak
menatap dalam Mac.
“Besok kan hari pemeriksaan
pengajaran”
“Memang tapi apa yang harus aku
perbuat..?”
“Katakanlah perasaanmu terhadapnya”
“Kau kira itu hal yang sepele? Saat
ia melewatiku saja aku serasa ingin pingsan apalagi aku mengobrol langsung
dengannya !”
“Kau ini bodoh atau apa sih ? kalau
gak mau ngomong bikin surat saja !” ucap Mac kesal.
Issabelle menatap Mac takjub,matanya
berbinar. “Hah ide bagus ! kau sahabatku yang paliingggggggg baikkk” ucap
Issabelle lalu memeluk Mac erat-erat.
**********
Hari terasa indah menurut Issabelle.
Jantungnya berdegup kencang,pelu bercucuran. Tanganya berkeringat,badannya
sedikit bergetar. Pikirannya berkecamuk nama Pangeran Federick. Ia mulai memasukkan
surat yang semalam ia rancang sampai ia tak bisa tidur dibuatnya.
Hari ini , hari pemeriksaan dimana
Pangeran Federick pasti mengunjungi kelasnya. Dan pada saat itulah Issabelle
akan memberikan surat cintanya.
Surat
cinta ?
Ia
berjalan gugup ke kelasnya. Dengan pikiran yang tak fokus ia berusaha
menenangkan dirinya sendiri. Mac hanya bisa melirik dan tak peduli melihat
Issabelle yang terlihat sangat frsutasi. Bukannya Mac tak sayang tapi Mac sudah
pusing dengan curhatan Issabelle yang kadang memaki Pangeran Federick sombong
lah egois lah tapi kadang-kadang Issabelle memunjanya.
“Mac..doakan aku ya !” ucap
Issabelle. Mac hanya bisa mengangguk tanpa menoleh.
Pelajaran telah dimulai,Issabelle
semakin gelisah menunggu kedatangan Pangeran Federick. Hampir pelajarannya
selesai tapi Pangeran Federick tak kunjung datang. Sampai pelajaran terakhir
pun dimulai Pangeran Federick tak kunjung datang. Padahal biasanya Pangeran
Federick selalu mendatangi kelasnya paling awal. Tapi kali ini,sepertinya
Pangeran Federick akan mengunjunginya esok hari.
Tok..tok..tok..
Issabelle
terkejut saat tiba-tiba saja pintu kelasnya terketuk dan terbuka sedikit demi sedikit.
Pintu itu menampakkan sosok pangeran yang dipujanya,Pangeran Federick. Sosok
bertubuh jangkung dengan aura dinginnya yang membuat wanita meleleh saat ia
hanya meliriknya. Dan aura dinginnya yang membuat setiap wanita memujanya.
Begitupun dengan Issabelle untuk beberapa detik ia tak bisa memalingkan
wajahnya dari Pangeran Federick.
“Maaf
saya terlambat..” Ucap Pangeran Federick lalu ia melangkahkan kaki menuju
bangku barisan yang paling belakang.
Issabelle
mendesah kecewa ketika Pangeran Federick memilih duduk di bangku paling
belakang daripada di bangku kosong dibelakangnya.
Eh
memangnya Issabelle siapa ?
Jantung
Issabelle berdegup kencang ia sedikit meremas roknya..ia masih memikirkan
bagaimana sikap yang harus di ambil ketika ia berhadapan dengan Pangeran
Federick. Ia tak fokus dengan apa yang diajarkan Mr Anderson. Sampai bel pulang
pun berbunyi. Ia masih gugup sehingga ia masih terduduk di bangkunya padahal
orang-orang telah berlalu kini di kelasnya tinggal ada dia,Mac dan Pangeran Federick
yang sibuk sedang menulis di kertas selembaran. Pangeran Federick pun mendongak
sadar ada dua siswa yang belum pulang.
“Ada
yang bisa saya bantu ?” ucap Pangeran Federick santun.
Issabelle
gugup ia reflek mengangguk tapi sesaat kemudian ia menggeleng hal itu membuat
Pangeran Federick menaikkan alisnya. Melihat Issabelle gugup seperti itu Mac
angkat bicara “ Pangeran..ada yang mau disampaikan oleh Issabelle jadi ia
meminta waktu ada sebentar bisa ?”
“Oh
tentu..” Pangeran Federick segera mendongak menatap Issabelle yang pucat pasi
karena perkataan Mac .”Saya izin duluan Pangeran..” Mac pun pergi meninggalkan
Issabelle dengan Pangeran Federick. Padahal dihati Issabelle ia merutuk Mac
dengan tanpa dosa meninggalkan dirinya yang hampir mau pingsan dengan Pangeran
Federick. Kalau dia digigit gimana ?
Issbelle
hanya bisa menunduk dalam seraya memainkan jari-jarinya. Sedangkan Pangeran
Federick membereskan kertas-kertas nya seraya menunggu Issabelle berbicara.
Tapi saat semuanya beres,semuanya masih sama Issabelle hanya menuduk dan
memainkan jari-jarinya.
“Kenapa
diam ? Bukannya mau ada yang dibicarakan ya ?”
Issabelle
hanya tersenyum miris ia tak tahu harus mulai darimana. Ia terlalu blank. “ Apa
itu ?” Pangeran Federick menghampiri Issabelle. Sontak saja nafas Issabelle
tercekat. Jarak antara Pangeran Federick dan Issabelle sangat dekat. Issabelle
memejamkan mata ketika wajah Pangeran Federick sejajar dengannya.
“Sebuah
surat ?” Ternyata Pangeran Federick mengambil surat yang seharusnya Issabelle
berikan. Issabelle terbelalak ketika surat itu suda berada di tangan Pangeran
Federick. “I..itu...”
“For
Pangeran Federick Mario Ludwick. Untukku? Darimu ?” ucap Pangeran Federick yang
membuat Issabelle slah tingkah.
“I..Itu..mm
bu..”
“Ini
untukmu” Ucap Pangeran Federick yang memberikan sepucuk surat lalu meninggalkan
Issabelle yang mematung. Dihati kecilnya Issabelle bersorak sorai seakan beban
100 ton diangkat dari punggungnya. Ia berlari ke luar kelas maksud menemui Mac
untuk menceritkan ini semua.
******
“Oh..Mac..kau
harus tahu..!!!” Teriak Isabelle ketika ia menemukan Mac sedang membaca buku di
tepi danau Lamora.
“Berisik”
ucap Mac dingin. Tak mempedulikan Respon Mac Issabelle terus saja berteriak.
“Kau
harus liat senyumnya Mac..uhhh sangat manis..dan lihat ini aku dikasih balasan”
ucap Issbelle kegirangan dan segera membuka surat itu.
“Temui
aku di tepi danau Lamora setelah matahari terbenam from Pangeran” ucap
Issabelle membacakan surat dari Pangeran Ludwick itu. Mac yang mendengar itu
sangat terkejut entah sejak kapan roman wajah Mac menjadi berubah seakan tak
suka dengan sesuatu hal. “Jangan pergi”
Issablle
kaget “Kenapa ?”
“Kau
tak takut di apa-apa in heh ? Dia itu vampire”
“Trus
kalo dia vampire kenapa ? dia tidak akan aneh-aneh ko..ingat di Negeri Lamora
Vampire tidak boleh menyakiti manusia,apalagi menggigitnya. Emm tapi aku malah
pengen digigit sama Pangeran Federick”. Mac sudah tak mau menggubris lagi
ucapan yag dilontarkan Issabelle yang menurut dia terlalu mengkhayal karena
sebesar apapun cinta Issabelle pada Pangeran Federick Mario Ludwick tetap tidak
akan tercapai karena pada dasarnya manusia dan vampire tidak harus bersama. Mac
pun meninggalkan Issabelle yang mengoceh. Entahlah setiap apa yang ia dengar
tentang Pangeran Mac dari Issabelle itu sungguh menohok hatinya.
‘Mungkinkah
aku mencintainya ?’ ucap Mac dalam hatinya lalu ditepisnya jauh-jauh dari
pikirannya.
***********
Malam
pun tiba,Issabelle telah sampai di danau Lamora. Ia menunggu gelisah kedatangan
Pangeran Federick. Dengan kaki yang memainkan air pikiran Issabelle menerawang
jauh bukan tentang dirinya dengan Pangeran Federick tapi tentang dirinya dengan
Mac. Sedari tadi ia memikirkan perubahan Mac yang tak ia mengerti.
Ia
berjengit kaget ketika ia sadar Pangeran Federick sudah ada di sampingnya.
Setelah beberapa menit kemudian ia sadar ia sedang berhadapan dengan seorang
vampire yang mempunyai kekuatan super bisa menghilang,lari cepat,dll yang di
luar nalar.
“Kau
kaget ?” tanya Pangeran Federick
“Sedikit”
“Bagiamana
menurutmu hidup dan berbaur dengan vampire?”
“Hah
? Biasa saja..sama seperti berbaur dan hidup dengan manusia” ucapnya datar.
“Yakin
?”
Issabelle
mengangguk.
“Seberapa
yakin ?”
“Enggak
tau..memangnya kenapa ?”
“Kau
menyukaiku?”
Mendengar
itu,Issabelle kaget matanya terbelalak lalu menunduk dalam karena malu.
“Kau
yakin menyukaiku ?”
“Maksudnya
?”
“Begini
menurutku kau itu bukan menyukaiku tapi hanya terobsesi ?”
Issabelle
mengernyit tak mengerti “Kalaumenyukaiku mungkin kau akan mencari-cari tahu
keberadaanku dimana,apa makanan kesukaanku,apa benda yang kusuka dan sebagainya
tapi..itu tidak kau hanya ingin melihatku bukan menginginkanku”
“Bu..bukan
gitu aku hanya takut..”
“Bahkan
jika kamu memang mencintaiku rasa takutmu tak akan membuat kamu menyerah. Aku
tahu yang kau inginkan bukan aku tapi Mac..”
Tenggorokkan
Issabelle tercekat “Me..mengapa Pangeran berkata seperti itu ?”
“Aku
tahu semua apa yang kau pikirkan Issabelle..bahkan saat kau menungguiku kau
masih memikirkan Mac kan ?”
Issabelle
bingung dengan perkataan Pangeran Federick ia berusaha mencari kebenaran.
“Bingung
? Begini nama siapa yang kau sebut saat kau mimpi buruk ? saat kau terlelap ?
saat kau kesulitan ? dan siapa yang kau temui saat kau sedih dan bahagia ?”
“Aku
selalu menceritakan keluh kesahku pada Mac karena dia sahabatku”
“Jika
kau ingin kau bisa saja menceritakan pada ibumu bukan ? Tapi kau lebih percaya
pada Mac..hidupmu selalu dengan Mac dan kau tak menyadari itu.. Sekarang kau
harus sadar kau mencintai Mac. Memangnya kau tidak sadar kalu Mac itu tidak
suka saat kau membicarakan diriku ?”
Issabelle
menggeleng “Bahkan Mac membantuku untuk bertemu denganmu.”
“Itu
karena ia hanya ingin kau bahagia”
Issabelle
hanya bisa diam. Memang benar apa yang diucapakan Pangeran Federick. Semua itu
benar. Dirinya selalu memanggil nama Mac ketika ketakutan, selalu menceritakkan
tentang hidupnya pada Mac baik buruk atau baik. Bahkan saat ini ia ingin Mac
ada untuk mendampinginya bertemu dengan Pangeran Federick tapi sedari tadi Mac
mencuekkannya. Apa ia cemburu ?.
“Kau
terobsesi karena kau ingin tau alasannya mengapa harus ada vampire di
tengah-tengah manusia ?” Ucapnya lirih. “Mac..keluarlah jangan bersembunyi terus
kemarilah..” Ucap Pangeran Federick yang kemudian tak lama Mac..muncul dari
pohon besar di sisi danau. Ia nampak merahpadam karena tertangkap basah. Ia
lupa kalau ia sekarang sedang berhadapan dengan seorang vampire. Apapun tak
akan bisa di sembunyikan dari seorang vampire.
“Ma..maaf”
ucapnya gugup
Pangeran
Federick tersenyum “Tak apa Mac..kemarilah duduk bersama kami”. Dengan ragu-ragu
Mac menghampiri mereka. Issabelle terlihat berbinar ketika melihat Mac walau
saat Pangeran Federick mengucapkan begitu Issabelle sangat kaget.
“Nah
jelaskan pada kami kenapa kau mengikuti Issabelle” ucap Pangeran to the ponit.
Mac tergagap ia bingung harus mengucapkan yang benar atau yang jujur. “Yang
jujur Mac..” ucap Pangeran sehingga membuat Mac menatap dengan binar kaget. Ia
lupa dihadapannya itu vampire. “Aku khawatir dengan Issabelle”.
“Lihat..apalagi
yang kalian tunggu ? “
Mac
dan Issabelle mengernyitkan dahi tanda bingung.
“Kalian
tidak mengerti ?Ah sudahlah..kalian terlalu lugu ! Begini sebenarnya aku punya
maksud lain. Aku ngin meminta bantuan kalian”
“Memangnya
apa yang bisa kami bantu Pangeran ?” tanya Mac sesopan mungkin.Issabelle
mengangguk tanda menguatkan.
“Kau
sudah selesai memmbaca buku dari Guru Besar kan ?”
Mac
mengangguk “ Memangnya kenapa ? ada hal apa Pangeran ?”
“Kau
bisa menyimpulkannya ?”
“Bisa..buku
itu mengisyaratkan manusia harus maju tidak boleh diam. Manusia harus menjaga
alam dengan intelektualnya juga perasaanya. Semua harus pada tempatnya”
“Bagus..kau
pria yang cerdas”
Issabelle
yang tak tahu menau hanya bisa melihat kedua pria yang sedang memebicarakan
yang tak ia mengerti.
“Sekarang
kalian dengarkan aku..jangan potong pembicaraanku sampai aku selesai”
“Buku
itu tertulis kata-kata semua harus pada tempatnya. Sebenarnya bangsa vampire
punya dunianya sendiri,bukan dengan manusia. Vampire punya kehidupannya yang
berbeda dengan manusia. Semua yang kau pikirkan tentang vampire itu benar
Issabelle.Vampire tak seharusnya dengan manusia,kita mempunyai dunia
sendiri-sendiri.”
“Maksud
Pangeran apa ? Issabelle tidak mengerti , langsung saja bantuan apa yang harus
kami lakukan”
“Kan
aku sudah bilang jangan dipotong dulu. Begini sudah saatnya Bangsa Vampire
hidup di dunianya dan tidak lagi berbaur dengan manusia. Semua yang kau lihat
bangsa vampire ini bukan wujud aslinya. Keluarga kerajaan membuat ritual untuk
membangunkan kami. Padahal kami sudah terpisah sejak Raja Hudson meninggal. Itu
mengapa jasadnya tak pernah membusuk. Karena jasadnya akan membusuk bersamaan
dengan terpisahnya bangsa manusia dengan bangsa vampire. Dan jangan beranggapan
kalau jasad raja tak lebur karena dia seseorang yg baik. Jasadnya seharusnya
lebur. Karena pada hari terakhir ia bernafas ia sudah menulis bahwa manusia
akan terpisah dengan bangsa vampire ketika ia meninggal. Manusia harus bebas
dan berkembang. Manusia tidak boleh diam. Dia harus keluar dari sangkarnya
untuk memajukan kaumnya. Tapi sayang sang anak tidak memenuhi perintahnya
karena ia takut kekuasaannya hancur. Karena saat kalian pergi ke luar,kalian
sama tak ada yang di beda-bedakan kalau ingin berjaya kalian harus mulai dari
nol dan membangunnya sendiri. Kami bisa kembali ke dunia kami asal liontin
milik Raja Hudson hancur. Kalian tidak sadar kalo Raja Marchose sudah
mengorbankan warganya untuk kami sehingga kami bisa berbaur dengan kalian..”
Issabelle
dan Mac bersitatap tak percaya. “Karena dari itu bantulah aku untuk
mengembalikan bangsaku..tolong ambilkan liontin itu dan hancurkan”
“Pangeran
kan punya kekuatan kenapa tidak melakukannya sendiri”
“Kalau
aku bisa mungkin aku tak akan meminta bantuan pada kalian.”
“Bagaimana
kami bisa mengambilnya jika makan Raja Hudson dijaga ketat oleh pengawal ?”
Pangeran
Federick memberikan sebuah jubah “ Pakailah ini maka kalian akan tidak terlihat
dan kalia harus melakukan malam ini juga karena sekarang adalah hari yang tepat
untuk bangsaku pulang”
****************
Mac
mengendap-ngendap di lorong kerajaan yang gelap sesuai arahan dari Pangeran
Federick,makam Raja Hudson terletak di bawah tanah. Mac menari Issabelle ketika
pengawal hampir saja menangkap basah.
Cahaya
obor yang memantulkan bayangan sangat di waspadai oleh Mac. Apalagi Issabelle
selalu bertindak ceroboh. Ia harus ekstra hati-hati menjaga Issabelle.
Sampailah mereka di sebuah pintu dengan ukiran singa di tengahnya. Di kedua
sisinya pengawal sedang berjaga. Mereka tak melihat Mac dan Issabelle yang berada
di depan mereka karena Mac dan Issabelle kini mereka memakai jubah pemberian
Pangeran Federick.
“Mac..bagaimana
kita masuk ?”
“Kau
lupa dengan perkataan Pangeran Federick? Dengan jubah ini kita terlihat transparan
“ Mac menarik Issabelle menembus pintu itu. Didalamnya banyak obor-obor dengan
dinding yang berukir. Di tengahnya peti tempat Raja Hudson terlihat bercahaya.
Mereka mendekati peti dari kaca itu.
“Lihatlah
Mac..Raja seperti tertidur”
“Iya..bahkan
wajanya sama sekali tak pucat”
Issabelle
mulai mengarahkan tangannya pada leher Raja tapi ia tak bisa masuk padahal ia
masih mengenakan jubah. Mac pun mulai merengut.
“Kenapa
tidak bisa ?” ucap Issabelle
“Peti
ini seperti di kelilingi oleh mantra tapi lihat peti ini digembok jadi mari
cari kuncinya “
Mac
dan Issabelle mulai mencari kunci itu. Saat issabelle mendongak ke atas
terlihat kunci itu melayang tepat di atas peti. Mac mulai bingung bagaimana
cara mendapatkan kunci itu. Ia terus mencari akal,tapi otaknya macet tiba-tiba.
“Mac..apa
kau lupa ?”
“Apa?”
“Pangeran
mengatakan kalau kita sudah berhadapan dengan Raja Hudson kita harus
mengucapkan pengaharapan sebagai rakyat Lamora.”
“Kau
benar”
Mac
dan Issabelle segera memejamkan mata mengucapkan permohonananya. Lalu tiba-tiba
saja kunci itu terjatuh menimbulkan bunyi yang nyaring. Dan sontak saja pintu
tebuka yang menampilkan sosok pengawal. Mac langsung saja mengambil kunci itu
kemudian mematung. Issabelle hanya bisa menutup matanya dan menggenggam erat
tangan Mac.
“Kau
lupa ? kita kan tak terlihat” Mac terkehkeh melihat wajah Issabelle yang
ketakutan.
“Tidak
ada apa-apa” ucap pengawal lalu menutup kembali pintu.
“Ayo
kita buka”
Mac
membuka gembok itu saat penutup terbuka cahaya keluar dari tubuh Raja Hudson.
Dengan cepat Issabelle mengambil liontin itu. Saat itu juga terjadi getaran
seperti gempa yang membuat keseimbangan Issabelle oleng. Dengan sigap Mac
meraih tubuh Issabelle sehingga wajah Issabelle dan wajah Mac sangat dekat
untuk sepersekian detik Issabelle menahan nafas karena kejadian ini.
“Sepertinya
kita harus segera pergi”
*********
Pangeran
Federick sedang menunggu gelisah di tepi danau Lamora. Begitupun denga Raja
Stuard dan Ratu Aradella juga bangsa vampire. Lalu dari kegelapan Issabelle dan
Mac terlihat berlari terenga-engah.
“Kau
berhasil Mac ? Issabelle?” Pangeran Federick terlihat cemas. Mereka hanya bisa
mengangguk.
“Baguslah..sekarang
hancurkan liontin itu..karena sekarang sudah tengah malam”.
Mac
mengambil batu di sampingnya lalu mengarahkan pada liontin berwarna merah darah
itu. Tapi tiba-tiba angin kencang menerpa , getaran-getaran mulai terasa.
Semakin batu itu mengarah pada liontin itu semakin tak tertuga alam
memperlihatkan kebesarannya.
“Jangan
hiraukan ! cepat hancurkan !” teriak Pangeran Federick. Ketika sedikit lagi
permukaan batu itu jatuh di liontin itu saat itu juga Issabelle terkulai.
SRETT
Panah
menancap tepat di nadi Issabelle sontak saja Mac melepaskan batu dan meraih
tubuh Issabelle. Ternyata Raja Marchose yang melakukannya.
“Jangan
hancurkan liontin itu ! kalo hancur kita juga hancur !”
“Seharusnya
juga begitu ! Kisah Negeri Lamora harus segera di akhiri !” ucap Raja Stuard.
“Tidak..Lamora
harus abadi !”
“Kau
mau memungkiri? Kami punya dunia sendiri kita berbeda ! Kisah persahabatan
Manusia dan Vampire telah usai sejak Raja Hudson meninggal. Kau tidak bisa
menahan manusia seperti ini ! Manusia harus berkembang dan bebas ! kau tidak
bisa menghalangi mereka dengan dunia luar !. Dunia luar adalah dunia manusia !”
“Tidak..Negeri
Lamora harus ada selamaya !”
Raja
Marchose pun mendekati Liontin itu tapi saat itu juga Raja Marchose terbunuh.
Ternyata Guru Besar yagn melakukannya.
“Negeri
Lamora harus berakhir..karena manusia harus hidup dengan sebenarnya. Walaupun
dengan liontin itu musnah kami juga musnah . tapi kita akan dilahirkan kembali.
Ayolah nak ! hancurkan liontin itu !” Supaya semuanya berada di tempatnya !”
Mac
yang bersedih hanya bisa menggeleng “Kau yang memulai maka kau yang
mengakhirinya Mac..kalau kau lama seperti ini kau membuat Issabelle menderita
Mac..” lanjut Guru Besar.
Dengan
pasrah Mac mengengam erat batu lalu memukulkan pada liontin itu hinga terpecah
belah. Tak sangka danau Lamora yang tenang begemuruh airnya bergumul siap
meratakan apa yang dilaluinya. Mac yang melihat itu langsung mendekap
Issabelle. Angin seakan siap menerbangkan apa yang ia lihat. Tanah seakan –
akan siap mengubur hidup-hidup apa yang berada di atasnya.
“Mac...aku
mencintaimu”
Dengan
sekejap Negeri Lamora hancur .
******
“Kau
baca apa sih Hubby?” Ucap Issabelle mendekati Mac yang sedari ta menggubris
celotehan tentang tingkah laku anak mereka .
“Ini
aku dikasih buku oleh seorang dosen yang gendut itu lho yang sering aku
ceritakan anehnya ia berucap ‘Mereka telah dilahirkan kembali’ dan buku ini
sangat menarik. Karena namaku dan namamu menjadi pemeran utamanya”
“Kau
menggombal Mac?”
“Aku
tidak menggombal hanya saja aku rasa cerita ini benar-benar terjadi..kau ingat
aku pernah berkata padamu kalau aku merasa kita sudah lama sekali kenal”
“Aku
pun merasa begitu Mac..aku rasa kamu bukanlah orang asing”
“Daddy...ayo
main perosotan ...” Ve menarik kaus Ayahnya dengan girang ia menarik tanpa
menoleh bahwa Ayahnya tersandung-sandung karena tarikan Ventaily anaknya.
END
Komentar
Posting Komentar