CERITA FANTASY



A NIGHT WITH VAMPIRE

            Langit khas Negeri Lamora menyelimuti insannya. Pohon-pohon yang menjulang menggait setiap insan-insan yang bernyawa. Inilah Negeri yang terpencil dari peradaban dunia,negeri yangtak pernah orang tahu selain bangsa vampire. Negeri yang lepas dari pandangan manusia luar.
            Disini tak ada sinar matahari yang terang yang ada hanya awan mendung bersahaja. Masih sangat kuno. Bayangkan saja semua yang berada di Negeri Lamora harus bisa ‘Memanusiakan Seorang Vampire’.
            Ya,disini seperti itu. Walaupun sebetulnya warga negeri Lamora saat ini tak ada yang mengetahuijika vampire itu ada. Ini dikarenakan manusia yang hidup saat ini adalah generasi 16. Yang dimana dari turunan ke 10,vampire yang dulunya bersahabat dengan manusia harus rela menutupi jati diri baik lahir dan batinnya pada manusia.
            Ini berawal pembocoran seorang pengkhianat yang menyatakan pada dunia luar bahwa ada dunia yang menjadikan vampire sebagai manusia atau dengan kata lain negeri yang sebagian warganya adalah vampire. Mungkin ini gila,tapi inilah kenyataan. Kadang kenyataan memang diluar yang diduga. Dan hal itu sempat membuat Negeri Lamora banyak di kunjungi kapal-kapal asing yang ingin mengetahui Negeri Lamora yang penuh dengan teka-teki.
            “Mac..aku sudah bosan membaca buku sejarah ini..banyak bahasa yang aku tak mengerti, semuanya kiasan ! ah..kenapa si penulis tidak langsung membeberkannya ! supaya kita tak kelimpungan mengetahui sejarah Negeri kita !”
            “Bacalah..dengan hati maka kamu akan mengetahuinya!”
            “Kau tahu aku tak suka membaca ! Lebih baik kau saja yang menjelaskannya”
            “Tidak mau !”
            “Kenapa ? Ah..nanti ku traktir di kedai Miss Merry bagaimana ?”
            “Tidak..terimakasih”
            “Yah..ayolah Mac..masa aku harus dihukum lagi oleh Mr Anderson gara-gara tak mengerti sejarah negeri sendiri” Issabelle memajukan bibirnya beberapa centi.
            “Lebih baik kau tanyakan saja apa yang kau tak mengerti lalu aku akan menjawabnya”
            “Yasudahlah. Begini Mac..dibuku ini tertulis..Sejiwa tapi tak sama,Sepijak tapi berbeda menjangkau cahaya yang bersamaan itu maksudnya apa ?”
            “Kau tidak tahu apa arti kalimat itu ? Ya Tuhan..Issabelle itu kan semboyan negeri kita !” Mac sangat terkejut.
            “Masa sih ? “ Issabelle memasang tampang tak bersalah
            “Kau bagaimana sih ? Kau selalu pergi ke kota dan melihat patung kebesaran itu hampir setiap minggu karena ayahmu seorang pegawai kerajaan ! tapi kau malah tak tahu menahu tentang semboyan negeri kita ? Astaga...kau berapa lama sih hidup di ngeri ini ? Hei ingat ya..bangsa yang baik adalah yang menghargai jasa para pendiri negeri dan mengetahui asal usul negerinya sendiri” Mac menaikkan suaranya karena kesal dengan kepolosan Issabelle.
            “Disana kan tulisannnya huruf Nound ! Aku tak tahu lah” Issabelle membela diri.
            “Seharusnya kau membaca sejarah kalau kalimat yang ditulis huruf Nound di Patung kebesaran itu sudah di artikan”
            “Sudahlah aku tidak mau berdebat denganmu lebih baik sekarang kau menjawab pertanyaanku selanjutnya ini pertanyaan yang saaangat aku ingin tahu sekali kenapa di negeri kita manusia harus memanusiakan vampire? Kebanyakan vampire kan licik ! Terus Raja kenapa tidak mau memunaskan bangsa vampire ? Bukannya dia punya pusaka yang sangat ditakuti oleh bangsa vampire? Dan kenapa kita tidak boleh berinteraksi dengan orang selain dari negeri ini ? Kenapa kita tidak mengikuti peradaban di luar sana ?”
            Mac mengusap wajahnya kasar sepertinya Issabelle benar-benar bodoh dalam hal sejarah. Padahal setiap siswa di Negeri Lamora harus bahkan wajib mengetahui sejarah berdirinya Negeri Lamora. Sejak umur 5 tahun semua anak di Negeri Lamora sudah diajarkan sejarah tapi anehnya di negeri Lamora para guru hanya mengajarkan tentang sejarah Negeri Lamora saja.
            “Oke aku akan jawab tapi kamu harus dengarkan baik-baik. Dulu Raja pertama Lamora Hudson Walmare adalah seseorang yang dilahirkan dari dunia luar ia mempunyai teman Jack Ludwick yang ternyata seorang vampire. Saat itu sedang gencar-gencarnya dilakukan pembersihan dari roh jahat lalu banyak vampire yang terbunuh maklum kejadian itu beratus ratus tahun yang lalu ketika dunia luar pun mengetahui keberadaan vampire. Setelah pembersihan itu mereka menyatakan tidak ada satu pun vampire yang hidup mereka salah besar karena ternyata Hudson Walmare melarikan diri dengan keluarga Ludwick,keluarga vampire yang mempunyai kekutan super. Lalu mereka menemukan sebuah pulau yang sekarang diberi nama Negeri Lamora. Beberapa tahun kemudian keluarga Ludwick memulangkan Hudson karena mereka merasa manusia haruslah bergaul dengan manusia lagi. 10 tahun kemudian Hudson kembali dengan membawa serta istri dan anaknya yang berumur 5 tahun. Charlie Ludwick sangat marah karena dengan kedatangan Hudson membawa serta manusia lain yang akan membahayakan bangsa vampire. Tapi Hudson sangat cerdik beliau berhasil membujuk bangsa vampire agar mereka bersahabat dengan manusia. Saat itu alasan Hudson kembali ke Lamora karena ia tak sanggup dengan kehidupan luar yang semakin menjadi-jadi. Ia hanya ingin mendapatkan kedamaian dan keselarasan. Mulai dari situ Hudson ditugaskan menjadi seorang Raja Lamora karena Hudson orang yang cerdas dan mengetahui bagaimana menumbuhkan dan memajukan Lamora. Mulai dari situ Hudson mengajak beberapa sahabatnya yang sama –ingin mendapatkan kedamaian dan keselarasan. Hudson membawa 30 orang masuk kedalam Lamora. Dan setelah itu ia membuat peraturan yang berisikan :
1. Manusia wajib memanusiakan vampire
2. Vampire tidak diperkenankan meminum darah manusia Lamora apalagi memangsanya
3. Vampire diperbolehkan minum darah manusia tetapi bukan darah manusia Lamora saat siang kegelapan tiba.
4. Manusia dan Vampire tidak boleh bersatu
Dan pusaka itu adalah liontin milik Hudson yang kini masih terpakai di jasadnya yang tak pernah membusuk “ Mac menyudahi ucapannya dan menoleh ke arah Issabelle yang hanya bisa melongo
            Hari libur yang ditunggu telah tiba. Issabelle yang masih terkantuk-kantuk menyusuri lorong rumahnya karena mendengar keributan di luar rumahnya.
            “Apa kau juga mendapatkannya Rose” ucap salah satu tetangga Issabelle. Rose itu adalah nama ibu Issabelle. Issabelle yang baru benar-benar sadar sangat kaget ketika para warga keluar rumah. Di langit sudah berseliweran merpati putih pengantar surat.
            “Ada apa ini bu ?” tanya Issabelle
            “Seluruh warga desa mendapatkan surat dari Raja Marchose untuk datang ke alun-alun Lamora”
            “Memangnya ada apa bu ?”
            “Entahlah ibu tidak tahu. Ayahmu juga tak memberi tahu apapun tentang kerajaan”
            “Oh..yasudah aku mandi dulu”
Saat Issabelle hampir menghilang di balik pintu ia menoleh karena Mac yang tiba-tiba saja datang.
            “Issabelle!”
            “Mac ? Ada apa ?”
            “Kamu sudah tahu tentang Raja Marchose ?”
            “Ya memangnya kenapa ?”
            “Tidak apa-apa sih..eh kau sibuk tidak hari ini ? kalo tidak aku tunggu kamu di danau”
Issabelle hanya mengangguk
*****

Danau Lamora yang indah tak tertandingi menggenang tenang. Tampak selaras dengan apa-apa yang ada di sekitarnya. Issabelle memainkan air dengan tangannya. Ia berusaha mengusir rasa bosan karena Mac tak kunjung datang padahal hari semakin siang. Pikirannya masih bergelayut dengan berita yang baru ia dapatkan dari Raja Marchose. Apa yang akan ia umumkan ? apa tentang perjanjian Vampire? Apa vampire itu benar-benar ada ?

DOR

“AAAAAAA”

Issabelle kaget dengan kedatangan Mac yang hampir membuatnya jatuh kedalam danau.

“Mac ! kamu itu apa-apa in sih ? bagaimana kalu aku jatuh ke danau lalu mati ?”
“Aku akan ikut mati denganmu Issabelle!”
“Mana mungkin ! aku yang jatuh “
“Kau ini tidak peka ya !”
“Maksudmu ?”
“Ah sudahlah..aku cuma mau membahas tentang surat yang tadi pagi. Menurutmu Raja akan memberitahu tentang apa ?”
Issabelle mengedikkan bahu “Entah aku tak tahu”
“Mungkin gak dia akan membahas vampire?”
Issabelle menatap serius Macia pun sempat berpikir seperti itu “Aku juga sempat berpikir seperti itu“
“Kau mendengar tidak ketika Mr.Anderson sedang menjelaskan bahwa Vampire-Vampire yang hilang akan kembali saat lamora diduduki oleh generasi ke-16”
Issabelle menggeleng “Memangnya Mr. Anderson pernah berkata begitu ?”
Mac mendengus kesal dan menjitak kepala Issabelle
“AWW kau kasar Mac !”
“Makanya kalo guru sedang menjelaskan itu dengarkan bukannya tidur !”
“Kau kan tahu aku tak suka dengan sejarah !” Issabelle pun marah kemudian mendiamkan Mac beberapa saat.
Lalu issabelle tertegun ketika  Mac mengeluarkan kulit rusa yang berisi tulisan yang begitu ruwet.
“Apa itu ?”
“Inilah yang mau aku tunjukan. Kau ingat ketika kita pergi ke kota bersama ?” Issabelle mengangguk “Masih ingat tidak  kalo saat itu kita tak sengaja menabrak guru besar ?” Issabelle seperti mengingat ngingat “ Yang berjanggut putih ?” Mac mengangguk “Saat itu sebenarnya kulit rusa ini tertinggal aku mau mengembalikannya tapi tak sempat..”
“Tunggu dulu..bukannya kejadian itu satu tahun yang lalu ya ?”
“Memang iya ? Kenapa ?”
“Astaga..Mac jadi selama setahun kau menyimpannya?”
“Iya..aku mau mengembalikannya tapi aku gak tahu rumah Guru Besar dimana lalu Mr. Anderson mengajarkan kita cara membaca huruf Nound dan aku ingin membaca tulisan di kulit rusa ini tapi tetap tak bisa terbaca semuanya. Aku baru ingat kalo kalimat paling bawah ini adalah semboyan negeri kita. Tulisannya sama persis pada patung Raja Hudson dan Pangeran Jack”
“Eh iya ya kau memang pintar Mac !” ucap Issabelle yang sedang memegang kulit rusa itu.
“Tapi..” Mac terlihat bimbang
“Kenapa ?”
“Aku ingin sekali bisa membaca kalimat-kalimat yang ada di kulit rusa ini sayangnya nya aku cuman bisa mengartikan satu kata..”
“Apa?”
“Vampire”
Issabelle terbelalak “Mac bisa jadi ini adalah tulisan ini adalah mantra pemanggil Vampire!” Seru Issabelle antusias
“Tidak mungkin yang ada mungkin ini adalah perjanjian antar manusia dengan vampire”
“Pendapat aku dan kamu masih mungkin ! jadi salah satu pendapat kita mungkin saja benar adanya “ ucap Issabella setengah berbisik

Lalu mereka terhanyut dengan pemikiran sendiri-sendiri dan tak terasa hari sudah sore.

“Mac pulang yuk !”
“Kamu duluan saja aku masih ingin disini”
“Ayolah Mac..”
Mac tidak bergeming
“Bagaimana kalo besok kita ke rumah Guru Besar ?”
Mac sontak saja kaget “Yang benar ? Memangnya kau tahu dimana rumah Guru Besar itu ?”
Issabelle menggeleng yang disambut tundukan lesu patah arang oleh Mac
“Tapi aku akan bertanya pada Ayahku ! Pasti tahu !”
Mac tersenyum “Ayo kita pulang supaya besok tak kesiangan !”
Mac menautkan jari-jari nya di tangan Issabelle. Mereka berjalan seraya menggenggam satu sama lain seakan takingin berpisah. Diperjalanan menuju desa mereka sesekali tertawa karena ucapan-ucapan konyol mereka. Lalu tibalah mereka sampai di persimpangan jalan.
“Dadah Mac..jangan kangen aku yak !!!” teriak Issabelle
“Dah..Issabelle kamu juga jangan sampai mimpiin aku !”
“Kalo aku mimpiin kamu berati aku mimpi buruk hahahha”
“Awas kau Issabelle !”

*******
            Merpati putih menghiasi langit Lamora. Kini alun-alun Lamora telah penuh sesak oleh warga Lamora. Telah berdiri mimbar kebesaran Raja Lamora dengan kemewahan di setiap sisinya. Pengawal telah siap siaga di setiap penjuru. Keriuhan semakin menjadi ketika keluarga kerajaan Lamora datang.

“Raja Marchose !”
“Ratu Aleana !”
           
Mereka terus menyerukan kedua nama agung itu. Disambut dengan terompet keramat kerajaan yang menggaung menandakan acara akan dimulai. Saat terompet yang terbuat dari perak itu memancarkan keindahannya serta gaungan yang membuat siapa saja yang mendengarnya terdiam.
“Para warga Negeri Lamora yang kucintai mungkin kalian bertanya-tanya mengapa saya sebagai Raja Lamora ke-16 mengumpulkan kalian disini. Sesuai dengan titah Raja yang terdahulu bahwa pada generasi ke-16 Lamora akan seperti semula..seperti saat akan masa-masa kejayaan. Dimana manusia dan vampire bersahabat dan selaras dengan alam. Maka dari itu saya umumkan 2 hari mendatang bangsa vampire akan keluar dari persembunyiannya.”
Perkataan Raja membuat semua warga Lamora terkejut pertanyaan mereka tentang mengapa harus memanusiakan vampire akan terjawab .
“Sesuai peraturan yang dibuat oleh Mendiang Raja pertama Raja Hudson Walmare bahwa kita harus bisa memanusiakan seorang vampire ! maka dari itu bersiap-siaplah dengan pesta penyambutan bangsa lama kita !”
Saat Raja menutup pidatonya seketika riuh pun mencuat. Sorak sorai beretebaran dimana-mana. Negeri Lamora akan segera melahirkan bangsa yang hilang. Menorehkan sejarah bagi warga-warga Lamora.
Sebentar lagi Lamora akan dilahirkan kembali. Hari-hari yang berbeda akan dimulai 2 hari mendatang hari dimana semua akan selaras. Awal Negeri Lamora akan segera dimulai. Semua warga bergelayut dengan pemikirannya sendiri dengan kedatangan bangsa vampire begitupun Mac dan Issabelle yang kini mulai bergegas untuk menemui Guru Besar.
“Seberapa jauh sih ? Kamu yakin gak salah jalan ?” Mac sudah berkali-kali bertanya seperti itu.
“Kamu ini bawel sekali sih ? aku yakin kok ini jalannya !” Issabelle mendengus kesal seraya mengehntakkan kaki.
“Aku takut nyasar ! Kalau nyasar bagaimana ?”
“Kau takut Mac..?” ucap Issabelle menyelidik seraya bibirnya tersenyum jahil Mac yang sadar itu lalu berkata “Aku takut kita gak bisa pulang saja ! nanti merepotkan orang tua kita ! Jangan pikir macam – macam !”. “Bilang saja kau takut Mac..tak usah mengelak !” Issabelle terus saja menggoda Mac..
Mac yang kesal hanya bisa mendelik sebenarnya dia takut kalo kenapa-kenapa dia terlalu parno untuk ukuran remaja yang berusia 15 tahun tapi apa mau dikata gengsinya terlalu tinggi. “Sudahlah percepat jalanmu supaya kita bisa cepat-cepat bertemu Guru Besar”. Issabelle yang tahu wajah ketakutan Mac hanya bisa tertawa geli dalam hatinya.
Memang jalan menuju rumah Guru Besar sangat menyeramkan. Banyak pohon-pohon besar di setiap sisi jalan setapak. Lalu mereka tertegun dengan satu rumah dari kayu yang sangat antik dengan di sisi kanannya ada pohon beringin besar sekali. Seketika Mac dan Issabelle merinding ketika melihat beringin itu.
“Issabelle kau yakin ini rumahnya ?”
“Entahlah..tapi jalan yang ditujukan Ayah sudah kulakukan dan tak ada yang salah kurasa..dan tidak ada rumah kan selain rumah ini ?”
“Iya juga sih..tapi aku ragu”
“Aku juga ragu..”

Uuukkk..ukkk..ukkkk

Sontak mereka ketakutan ketika dengan tiba-tiba saja seekor gagak hampir menyambar mereka. Tanpa sadar Issabelle memeluk Mac. Dan..

BLAK

Pintu rumah itu terbuka

Sontak saja mereka sangat ketakutan dan berpelukan. Karena dengan tiba-tiba pintu rumah itu terbuka menampilkan sosok berbadan besar dan berjanggut putih.Issabelle bergetar dan hampir menangis di pelukan Mac..
“Ah ternyata anak-anak ya..”
Suara ramah itu membuat Issabelle rileks dan mendongak

Guru Besar ?

“Issabelle berhenti memelukku” Issabelle salah tingkah setelah menyandari kalau sejak tadi memelukMac..pipinya seketika merona

“Kenapa malah bengong ?” Mac dan Issabelle menatap takut-takut pada Guru Besar. “Kalian pasti ketakutan karena Gagak ku kan ? jangan takut dia memang seperti itu pada orang baru .. ayo masuk “
Saat masuk rumah Issabelle dan Mac sangat terkagum-kagum melihat arsitektur rumah Guru Besar sangat indah dan klasik apalagi setelah melihat ruangan melingkar ke atas ah bukan tapi tangga yang melingkar ke atas.

“Baiklah..ada apa kalian kesini ? “
“Em...kami mau mengembalikkan ini” Macmenyodorkan kulit rusa itu.
Guru Besar sangat terkejut “Ah ku kira mantra ini terselip karena banyaknya buku yang ku punya ternyata selama ini ada di kau ? Terimakasih  telah menyimpannya”
Mac terkejut dengan reaksi Guru Besar padahal dari jauh – jauh hari ia sudah menyiapkan mental serta pembelaan jika dimarahi Guru Besar karena dia tak cepat mengembalikkan kulit rusa itu.
“Maaf Guru Besar .. baru saya kembalikan hari ini padahal saya sudah menyimpannya satu tahun”
“Ah..tidak apa-apa aku banyak kulit rusa ini. Dulu saat ku tahu ini hilang aku segera membuatnya lagi”
“Jadi kau tak terlalu memerlukan ini ? Padahal Mac selalu bermimpi buruk tentang kulit rusa ini mungkin gara-gara tak cepat mengembalikannya”. Ucap Issabelle polos yang disambut mata horror Mac,lagi-lagi Issabelle mengucapkan aibnya seolah-olah sesuatu hal yang biasa.
“Ahahaha sudah-sudah bukannya aku tak memerlukannya tapi aku berusaha mengikhlaskan . Jika memang itu milikku maka akan datang kepadaku dan terbukti ini milikku setelah setahun hilang kini kembali lagi”
Mac hanya menunduk malu karena perkataan Issabelle yang sangat tidak tahu aturan sedangkan Issabelle yang sejak tadi mencuri-curi pandang dengan tangga yang melingkar di depannya.
“Apakah kau ingin pergi kesana ?” ucap Guru Besar yang menyadari tatapan Issabelle.
“Maaf..tidak terimakasih” ucap Issabelle
“Tak perlu sungkan ayo..”

Guru Besar menganjak Mac dan Issabelle menaiki tangga yang melingkar. Tak di duga, tangga itu melingkar ke atas seperti tak berujung,keringat membanjiri pelipis Issabelle dan Mac. Saat mereka sampai di atas Issabelle langsung menghampiri satu jendela untuk mendapatkan angin segar. Ketika ia sadar melihat ke luar jendela ia tertegun ternyata sekarang ia berada di dalam pohon beringin ! This amazing !.


**********

            “Inilah malam yang ditunggu-tungu..malam dimana saudara kita yang hilang akan kembali ! “ ucap Raja Marchose mengebu-gebu.
            Hari ini adalah hari dimana bangsa Vampire akan menunjukkan wujudnya untuk yang pertama kali setelah kejadian di generasi ke – 10 itu. Mac dan Issabelle nampak antusias. Semua rakyat Lamora sangatlah antusias. Pertanyaan selama beratus-ratus tahun akan segera terjawab. Tapi Guru Besar nampak tidak antusias.
            “Marilah kita sambut Raja Stuard Ludwick dan Ratu Aradella Ludwick..!” Seketika semua rakyat Lamora tertuju dengang dua sosok yang menginjakkan dikarpet merah tersebut. Nampak biasa sama seperti manusia namun ada yan janggal mereka terlihat seperti kepala sekolah Evermort. Mac dan Issabelle tak terkecuali rakyat Lamora yang tak menyangka semua bangsa vampire itu adalah oarng-orang yang di kenal oleh mereka.
            Mac dan Issabelle lebih terkejut ketika Miss Merry pun ikut barisan dengan para vampire itu. Dan banyak sekali orang-orang yang dekat dengan mereka yang ternyata vampire. Semua rakyat Lamora bertanya-tenya tentang hal itu. Tapi Guru Besar itu nampak tenang-tenang saja..
            “Dan sambutlah dengan meriah Pangeran Federick Mario Ludwick..”
Terlihat seorang pria tampan menjejaki kakinya di  karpet merah itu. Aura dingin nan mengoda sukses menghipnotis setiap mata rakyat Lamora. Begitu eksotis di mata mereka. Riuh semakin membuncah ketika pangeran itu tersenyum,Issabelle hanya bisa terpaku melihat Pangeran itu..seakan waktu berhenti berputar. Dia melihat Pangeran itu meliriknya.

            “Baik..rakyat Lamora ! mungkin kalian berpikir mengapa semua bangsa vampire ini terlihat seperti orang-orang yang kalian kenal ! Karena selama ini bangsa vampire selalu mendampingi kita “
            Semua rakyat Lamora ber oh ria dengan penuturan Raja Marchose. Penuturan Raja berlangsung kembali ternyata selama ini para keluarga kerajaan dan Guru Besar memang sering berinteraksi dengan bangsa vampire. Dengan kata lain bangsa vampire tidaklah menghilang hanya saja mereka menutupi jati diri dengan menyamar sebagai manusia dan berbaur layaknya sebagai manusia biasanya. Kini negeri Lamora terlahir kembali.

#############

5 TAHUN KEMUDIAN

            Issabelle menghentakkan kakinya. Ia sedikit melemparkan buku yang dibawanya ke hadapan Mac. Mac yang tak tahu kenapa sahabatnya ini bisa sebete inihanya bisa berjengit kaget.
“Kenapa ?”
“Aku LGBT”
Mac menaikkan sebelah alisnya tanda ia tak mengerti bahasa Issabelle.
“Aku lagi bete Mac sangat bete...”
“Bete kenapa ? karena harus belajar ? tenanglah sebentar lagi kita lulus. “
“Bukan itu..”
“Lalu ?”
“Kau tahu masalahku Mac..”
Mac mengambil nafas lalu meletakkan buku yang sedang di bacanya “Kenapa dengan vampire itu lagi ?”
            Issabelle mengangguk. “Dia...”
            “Dia egois,sombong,dingin,sok kegantengan..” potong Mac
            “Hihi ko kamu tahu sih Mac ?”
            “Karena kamu sudah sering mengucapkannya ! Seperti tak ada topik lain yang berkualitas selain membicarakan Pangeran Federick !”
            “Entahlah..Mac mungkin aku menyukainya”
            “Untuk ke 456 kali kau mengatakan hal yang sama ? Issabelle dia itu vampire..kau tahu kan peraturan di Negeri Lamora ?”
            Issabelle mengangguk lesu. “Lalu aku harus bagaimana ?”
            “Katakan saja langsung..”
            “Kapan ? menunggu pemeriksaan pengajaran?”
            Issabelle menunduk pasrah. Issabelle menyukai Pageran Federick sejak ia melihat di hari bangsa vampire membuka jati dirinya. Tapi selama 5 tahun ini Issabelle hanya melihat pangeran Federick sebanyak lima kali. Dan waktunya sama ketika pemeriksaan pengajaran. Karena pada saat itu Pangeran Federick akan mengunjungi setiap kelas saat jam pelajaran. Dan anehnya Pangeran Federick selalu duduk di belakang Issabelle dan itu membuat Issabelle gugup.
            “Kau lupa ?” lanjut Mac
            “Apa ?” sahut Issabelle lalu mendongak menatap dalam Mac.
            “Besok kan hari pemeriksaan pengajaran”
            “Memang tapi apa yang harus aku perbuat..?”
            “Katakanlah perasaanmu terhadapnya”
            “Kau kira itu hal yang sepele? Saat ia melewatiku saja aku serasa ingin pingsan apalagi aku mengobrol langsung dengannya !”
            “Kau ini bodoh atau apa sih ? kalau gak mau ngomong bikin surat saja !” ucap Mac kesal.
            Issabelle menatap Mac takjub,matanya berbinar. “Hah ide bagus ! kau sahabatku yang paliingggggggg baikkk” ucap Issabelle lalu memeluk Mac erat-erat.

**********

            Hari terasa indah menurut Issabelle. Jantungnya berdegup kencang,pelu bercucuran. Tanganya berkeringat,badannya sedikit bergetar. Pikirannya berkecamuk nama Pangeran Federick. Ia mulai memasukkan surat yang semalam ia rancang sampai ia tak bisa tidur dibuatnya.
            Hari ini , hari pemeriksaan dimana Pangeran Federick pasti mengunjungi kelasnya. Dan pada saat itulah Issabelle akan memberikan surat cintanya.

Surat cinta ?

Ia berjalan gugup ke kelasnya. Dengan pikiran yang tak fokus ia berusaha menenangkan dirinya sendiri. Mac hanya bisa melirik dan tak peduli melihat Issabelle yang terlihat sangat frsutasi. Bukannya Mac tak sayang tapi Mac sudah pusing dengan curhatan Issabelle yang kadang memaki Pangeran Federick sombong lah egois lah tapi kadang-kadang Issabelle memunjanya.
            “Mac..doakan aku ya !” ucap Issabelle. Mac hanya bisa mengangguk tanpa menoleh.
            Pelajaran telah dimulai,Issabelle semakin gelisah menunggu kedatangan Pangeran Federick. Hampir pelajarannya selesai tapi Pangeran Federick tak kunjung datang. Sampai pelajaran terakhir pun dimulai Pangeran Federick tak kunjung datang. Padahal biasanya Pangeran Federick selalu mendatangi kelasnya paling awal. Tapi kali ini,sepertinya Pangeran Federick akan mengunjunginya esok hari.

Tok..tok..tok..

Issabelle terkejut saat tiba-tiba saja pintu kelasnya terketuk dan terbuka sedikit demi sedikit. Pintu itu menampakkan sosok pangeran yang dipujanya,Pangeran Federick. Sosok bertubuh jangkung dengan aura dinginnya yang membuat wanita meleleh saat ia hanya meliriknya. Dan aura dinginnya yang membuat setiap wanita memujanya. Begitupun dengan Issabelle untuk beberapa detik ia tak bisa memalingkan wajahnya dari Pangeran Federick.
“Maaf saya terlambat..” Ucap Pangeran Federick lalu ia melangkahkan kaki menuju bangku barisan yang paling belakang.
Issabelle mendesah kecewa ketika Pangeran Federick memilih duduk di bangku paling belakang daripada di bangku kosong dibelakangnya.

Eh memangnya Issabelle siapa ?

Jantung Issabelle berdegup kencang ia sedikit meremas roknya..ia masih memikirkan bagaimana sikap yang harus di ambil ketika ia berhadapan dengan Pangeran Federick. Ia tak fokus dengan apa yang diajarkan Mr Anderson. Sampai bel pulang pun berbunyi. Ia masih gugup sehingga ia masih terduduk di bangkunya padahal orang-orang telah berlalu kini di kelasnya tinggal ada dia,Mac dan Pangeran Federick yang sibuk sedang menulis di kertas selembaran. Pangeran Federick pun mendongak sadar ada dua siswa yang belum pulang.
“Ada yang bisa saya bantu ?” ucap Pangeran Federick santun.
Issabelle gugup ia reflek mengangguk tapi sesaat kemudian ia menggeleng hal itu membuat Pangeran Federick menaikkan alisnya. Melihat Issabelle gugup seperti itu Mac angkat bicara “ Pangeran..ada yang mau disampaikan oleh Issabelle jadi ia meminta waktu ada sebentar bisa ?”
“Oh tentu..” Pangeran Federick segera mendongak menatap Issabelle yang pucat pasi karena perkataan Mac .”Saya izin duluan Pangeran..” Mac pun pergi meninggalkan Issabelle dengan Pangeran Federick. Padahal dihati Issabelle ia merutuk Mac dengan tanpa dosa meninggalkan dirinya yang hampir mau pingsan dengan Pangeran Federick. Kalau dia digigit gimana ?
Issbelle hanya bisa menunduk dalam seraya memainkan jari-jarinya. Sedangkan Pangeran Federick membereskan kertas-kertas nya seraya menunggu Issabelle berbicara. Tapi saat semuanya beres,semuanya masih sama Issabelle hanya menuduk dan memainkan jari-jarinya.
“Kenapa diam ? Bukannya mau ada yang dibicarakan ya ?”
Issabelle hanya tersenyum miris ia tak tahu harus mulai darimana. Ia terlalu blank. “ Apa itu ?” Pangeran Federick menghampiri Issabelle. Sontak saja nafas Issabelle tercekat. Jarak antara Pangeran Federick dan Issabelle sangat dekat. Issabelle memejamkan mata ketika wajah Pangeran Federick sejajar dengannya.
“Sebuah surat ?” Ternyata Pangeran Federick mengambil surat yang seharusnya Issabelle berikan. Issabelle terbelalak ketika surat itu suda berada di tangan Pangeran Federick. “I..itu...”
“For Pangeran Federick Mario Ludwick. Untukku? Darimu ?” ucap Pangeran Federick yang membuat Issabelle slah tingkah.
“I..Itu..mm bu..”
“Ini untukmu” Ucap Pangeran Federick yang memberikan sepucuk surat lalu meninggalkan Issabelle yang mematung. Dihati kecilnya Issabelle bersorak sorai seakan beban 100 ton diangkat dari punggungnya. Ia berlari ke luar kelas maksud menemui Mac untuk menceritkan ini semua.

******
“Oh..Mac..kau harus tahu..!!!” Teriak Isabelle ketika ia menemukan Mac sedang membaca buku di tepi danau Lamora.
“Berisik” ucap Mac dingin. Tak mempedulikan Respon Mac Issabelle terus saja berteriak.
“Kau harus liat senyumnya Mac..uhhh sangat manis..dan lihat ini aku dikasih balasan” ucap Issbelle kegirangan dan segera membuka surat itu.
“Temui aku di tepi danau Lamora setelah matahari terbenam from Pangeran” ucap Issabelle membacakan surat dari Pangeran Ludwick itu. Mac yang mendengar itu sangat terkejut entah sejak kapan roman wajah Mac menjadi berubah seakan tak suka dengan sesuatu hal. “Jangan pergi”
Issablle kaget “Kenapa ?”
“Kau tak takut di apa-apa in heh ? Dia itu vampire”
“Trus kalo dia vampire kenapa ? dia tidak akan aneh-aneh ko..ingat di Negeri Lamora Vampire tidak boleh menyakiti manusia,apalagi menggigitnya. Emm tapi aku malah pengen digigit sama Pangeran Federick”. Mac sudah tak mau menggubris lagi ucapan yag dilontarkan Issabelle yang menurut dia terlalu mengkhayal karena sebesar apapun cinta Issabelle pada Pangeran Federick Mario Ludwick tetap tidak akan tercapai karena pada dasarnya manusia dan vampire tidak harus bersama. Mac pun meninggalkan Issabelle yang mengoceh. Entahlah setiap apa yang ia dengar tentang Pangeran Mac dari Issabelle itu sungguh menohok hatinya.
‘Mungkinkah aku mencintainya ?’ ucap Mac dalam hatinya lalu ditepisnya jauh-jauh dari pikirannya.

***********
Malam pun tiba,Issabelle telah sampai di danau Lamora. Ia menunggu gelisah kedatangan Pangeran Federick. Dengan kaki yang memainkan air pikiran Issabelle menerawang jauh bukan tentang dirinya dengan Pangeran Federick tapi tentang dirinya dengan Mac. Sedari tadi ia memikirkan perubahan Mac yang tak ia mengerti.
Ia berjengit kaget ketika ia sadar Pangeran Federick sudah ada di sampingnya. Setelah beberapa menit kemudian ia sadar ia sedang berhadapan dengan seorang vampire yang mempunyai kekuatan super bisa menghilang,lari cepat,dll yang di luar nalar.
“Kau kaget ?” tanya Pangeran Federick
“Sedikit”
“Bagiamana menurutmu hidup dan berbaur dengan vampire?”
“Hah ? Biasa saja..sama seperti berbaur dan hidup dengan manusia” ucapnya datar.
“Yakin ?”
Issabelle mengangguk.
“Seberapa yakin ?”
“Enggak tau..memangnya kenapa ?”
“Kau menyukaiku?”
Mendengar itu,Issabelle kaget matanya terbelalak lalu menunduk dalam karena malu.
“Kau yakin menyukaiku ?”
“Maksudnya ?”
“Begini menurutku kau itu bukan menyukaiku tapi hanya terobsesi ?”
Issabelle mengernyit tak mengerti “Kalaumenyukaiku mungkin kau akan mencari-cari tahu keberadaanku dimana,apa makanan kesukaanku,apa benda yang kusuka dan sebagainya tapi..itu tidak kau hanya ingin melihatku bukan menginginkanku”
“Bu..bukan gitu aku hanya takut..”
“Bahkan jika kamu memang mencintaiku rasa takutmu tak akan membuat kamu menyerah. Aku tahu yang kau inginkan bukan aku tapi Mac..”
Tenggorokkan Issabelle tercekat “Me..mengapa Pangeran berkata seperti itu ?”
“Aku tahu semua apa yang kau pikirkan Issabelle..bahkan saat kau menungguiku kau masih memikirkan Mac kan ?”
Issabelle bingung dengan perkataan Pangeran Federick ia berusaha mencari kebenaran.
“Bingung ? Begini nama siapa yang kau sebut saat kau mimpi buruk ? saat kau terlelap ? saat kau kesulitan ? dan siapa yang kau temui saat kau sedih dan bahagia ?”
“Aku selalu menceritakan keluh kesahku pada Mac karena dia sahabatku”
“Jika kau ingin kau bisa saja menceritakan pada ibumu bukan ? Tapi kau lebih percaya pada Mac..hidupmu selalu dengan Mac dan kau tak menyadari itu.. Sekarang kau harus sadar kau mencintai Mac. Memangnya kau tidak sadar kalu Mac itu tidak suka saat kau membicarakan diriku ?”
Issabelle menggeleng “Bahkan Mac membantuku untuk bertemu denganmu.”
“Itu karena ia hanya ingin kau bahagia”
Issabelle hanya bisa diam. Memang benar apa yang diucapakan Pangeran Federick. Semua itu benar. Dirinya selalu memanggil nama Mac ketika ketakutan, selalu menceritakkan tentang hidupnya pada Mac baik buruk atau baik. Bahkan saat ini ia ingin Mac ada untuk mendampinginya bertemu dengan Pangeran Federick tapi sedari tadi Mac mencuekkannya. Apa ia cemburu ?.
“Kau terobsesi karena kau ingin tau alasannya mengapa harus ada vampire di tengah-tengah manusia ?” Ucapnya lirih. “Mac..keluarlah jangan bersembunyi terus kemarilah..” Ucap Pangeran Federick yang kemudian tak lama Mac..muncul dari pohon besar di sisi danau. Ia nampak merahpadam karena tertangkap basah. Ia lupa kalau ia sekarang sedang berhadapan dengan seorang vampire. Apapun tak akan bisa di sembunyikan dari seorang vampire.
“Ma..maaf” ucapnya gugup
Pangeran Federick tersenyum “Tak apa Mac..kemarilah duduk bersama kami”. Dengan ragu-ragu Mac menghampiri mereka. Issabelle terlihat berbinar ketika melihat Mac walau saat Pangeran Federick mengucapkan begitu Issabelle sangat kaget.
“Nah jelaskan pada kami kenapa kau mengikuti Issabelle” ucap Pangeran to the ponit. Mac tergagap ia bingung harus mengucapkan yang benar atau yang jujur. “Yang jujur Mac..” ucap Pangeran sehingga membuat Mac menatap dengan binar kaget. Ia lupa dihadapannya itu vampire. “Aku khawatir dengan Issabelle”.
“Lihat..apalagi yang kalian tunggu ? “
Mac dan Issabelle mengernyitkan dahi tanda bingung.
“Kalian tidak mengerti ?Ah sudahlah..kalian terlalu lugu ! Begini sebenarnya aku punya maksud lain. Aku ngin meminta bantuan kalian”
“Memangnya apa yang bisa kami bantu Pangeran ?” tanya Mac sesopan mungkin.Issabelle mengangguk tanda menguatkan.
“Kau sudah selesai memmbaca buku dari Guru Besar kan ?”
Mac mengangguk “ Memangnya kenapa ? ada hal apa Pangeran ?”
“Kau bisa menyimpulkannya ?”
“Bisa..buku itu mengisyaratkan manusia harus maju tidak boleh diam. Manusia harus menjaga alam dengan intelektualnya juga perasaanya. Semua harus pada tempatnya”
“Bagus..kau pria yang cerdas”
Issabelle yang tak tahu menau hanya bisa melihat kedua pria yang sedang memebicarakan yang tak ia mengerti.
“Sekarang kalian dengarkan aku..jangan potong pembicaraanku sampai aku selesai”
“Buku itu tertulis kata-kata semua harus pada tempatnya. Sebenarnya bangsa vampire punya dunianya sendiri,bukan dengan manusia. Vampire punya kehidupannya yang berbeda dengan manusia. Semua yang kau pikirkan tentang vampire itu benar Issabelle.Vampire tak seharusnya dengan manusia,kita mempunyai dunia sendiri-sendiri.”
“Maksud Pangeran apa ? Issabelle tidak mengerti , langsung saja bantuan apa yang harus kami lakukan”
“Kan aku sudah bilang jangan dipotong dulu. Begini sudah saatnya Bangsa Vampire hidup di dunianya dan tidak lagi berbaur dengan manusia. Semua yang kau lihat bangsa vampire ini bukan wujud aslinya. Keluarga kerajaan membuat ritual untuk membangunkan kami. Padahal kami sudah terpisah sejak Raja Hudson meninggal. Itu mengapa jasadnya tak pernah membusuk. Karena jasadnya akan membusuk bersamaan dengan terpisahnya bangsa manusia dengan bangsa vampire. Dan jangan beranggapan kalau jasad raja tak lebur karena dia seseorang yg baik. Jasadnya seharusnya lebur. Karena pada hari terakhir ia bernafas ia sudah menulis bahwa manusia akan terpisah dengan bangsa vampire ketika ia meninggal. Manusia harus bebas dan berkembang. Manusia tidak boleh diam. Dia harus keluar dari sangkarnya untuk memajukan kaumnya. Tapi sayang sang anak tidak memenuhi perintahnya karena ia takut kekuasaannya hancur. Karena saat kalian pergi ke luar,kalian sama tak ada yang di beda-bedakan kalau ingin berjaya kalian harus mulai dari nol dan membangunnya sendiri. Kami bisa kembali ke dunia kami asal liontin milik Raja Hudson hancur. Kalian tidak sadar kalo Raja Marchose sudah mengorbankan warganya untuk kami sehingga kami bisa berbaur dengan kalian..”
Issabelle dan Mac bersitatap tak percaya. “Karena dari itu bantulah aku untuk mengembalikan bangsaku..tolong ambilkan liontin itu dan hancurkan”
“Pangeran kan punya kekuatan kenapa tidak melakukannya sendiri”
“Kalau aku bisa mungkin aku tak akan meminta bantuan pada kalian.”
“Bagaimana kami bisa mengambilnya jika makan Raja Hudson dijaga ketat oleh pengawal ?”
Pangeran Federick memberikan sebuah jubah “ Pakailah ini maka kalian akan tidak terlihat dan kalia harus melakukan malam ini juga karena sekarang adalah hari yang tepat untuk bangsaku pulang”

****************
Mac mengendap-ngendap di lorong kerajaan yang gelap sesuai arahan dari Pangeran Federick,makam Raja Hudson terletak di bawah tanah. Mac menari Issabelle ketika pengawal hampir saja menangkap basah.
Cahaya obor yang memantulkan bayangan sangat di waspadai oleh Mac. Apalagi Issabelle selalu bertindak ceroboh. Ia harus ekstra hati-hati menjaga Issabelle. Sampailah mereka di sebuah pintu dengan ukiran singa di tengahnya. Di kedua sisinya pengawal sedang berjaga. Mereka tak melihat Mac dan Issabelle yang berada di depan mereka karena Mac dan Issabelle kini mereka memakai jubah pemberian Pangeran Federick.
“Mac..bagaimana kita masuk ?”
“Kau lupa dengan perkataan Pangeran Federick? Dengan jubah ini kita terlihat transparan “ Mac menarik Issabelle menembus pintu itu. Didalamnya banyak obor-obor dengan dinding yang berukir. Di tengahnya peti tempat Raja Hudson terlihat bercahaya. Mereka mendekati peti dari kaca itu.
“Lihatlah Mac..Raja seperti tertidur”
“Iya..bahkan wajanya sama sekali tak pucat”
Issabelle mulai mengarahkan tangannya pada leher Raja tapi ia tak bisa masuk padahal ia masih mengenakan jubah. Mac pun mulai merengut.
“Kenapa tidak bisa ?” ucap Issabelle
“Peti ini seperti di kelilingi oleh mantra tapi lihat peti ini digembok jadi mari cari kuncinya “
Mac dan Issabelle mulai mencari kunci itu. Saat issabelle mendongak ke atas terlihat kunci itu melayang tepat di atas peti. Mac mulai bingung bagaimana cara mendapatkan kunci itu. Ia terus mencari akal,tapi otaknya macet tiba-tiba.
“Mac..apa kau lupa ?”
“Apa?”
“Pangeran mengatakan kalau kita sudah berhadapan dengan Raja Hudson kita harus mengucapkan pengaharapan sebagai rakyat Lamora.”
“Kau benar”
Mac dan Issabelle segera memejamkan mata mengucapkan permohonananya. Lalu tiba-tiba saja kunci itu terjatuh menimbulkan bunyi yang nyaring. Dan sontak saja pintu tebuka yang menampilkan sosok pengawal. Mac langsung saja mengambil kunci itu kemudian mematung. Issabelle hanya bisa menutup matanya dan menggenggam erat tangan Mac.
“Kau lupa ? kita kan tak terlihat” Mac terkehkeh melihat wajah Issabelle yang ketakutan.

“Tidak ada apa-apa” ucap pengawal lalu menutup kembali pintu.

“Ayo kita buka”

Mac membuka gembok itu saat penutup terbuka cahaya keluar dari tubuh Raja Hudson. Dengan cepat Issabelle mengambil liontin itu. Saat itu juga terjadi getaran seperti gempa yang membuat keseimbangan Issabelle oleng. Dengan sigap Mac meraih tubuh Issabelle sehingga wajah Issabelle dan wajah Mac sangat dekat untuk sepersekian detik Issabelle menahan nafas karena kejadian ini.

“Sepertinya kita harus segera pergi”

*********

Pangeran Federick sedang menunggu gelisah di tepi danau Lamora. Begitupun denga Raja Stuard dan Ratu Aradella juga bangsa vampire. Lalu dari kegelapan Issabelle dan Mac terlihat berlari terenga-engah.
“Kau berhasil Mac ? Issabelle?” Pangeran Federick terlihat cemas. Mereka hanya bisa mengangguk.
“Baguslah..sekarang hancurkan liontin itu..karena sekarang sudah tengah malam”.
Mac mengambil batu di sampingnya lalu mengarahkan pada liontin berwarna merah darah itu. Tapi tiba-tiba angin kencang menerpa , getaran-getaran mulai terasa. Semakin batu itu mengarah pada liontin itu semakin tak tertuga alam memperlihatkan kebesarannya.
“Jangan hiraukan ! cepat hancurkan !” teriak Pangeran Federick. Ketika sedikit lagi permukaan batu itu jatuh di liontin itu saat itu juga Issabelle terkulai.

SRETT

Panah menancap tepat di nadi Issabelle sontak saja Mac melepaskan batu dan meraih tubuh Issabelle. Ternyata Raja Marchose yang melakukannya.

“Jangan hancurkan liontin itu ! kalo hancur kita juga hancur !”
“Seharusnya juga begitu ! Kisah Negeri Lamora harus segera di akhiri !” ucap Raja Stuard.
“Tidak..Lamora harus abadi !”
“Kau mau memungkiri? Kami punya dunia sendiri kita berbeda ! Kisah persahabatan Manusia dan Vampire telah usai sejak Raja Hudson meninggal. Kau tidak bisa menahan manusia seperti ini ! Manusia harus berkembang dan bebas ! kau tidak bisa menghalangi mereka dengan dunia luar !. Dunia luar adalah dunia manusia !”
“Tidak..Negeri Lamora harus ada selamaya !”

Raja Marchose pun mendekati Liontin itu tapi saat itu juga Raja Marchose terbunuh. Ternyata Guru Besar yagn melakukannya.

“Negeri Lamora harus berakhir..karena manusia harus hidup dengan sebenarnya. Walaupun dengan liontin itu musnah kami juga musnah . tapi kita akan dilahirkan kembali. Ayolah nak ! hancurkan liontin itu !” Supaya semuanya berada di tempatnya !”
Mac yang bersedih hanya bisa menggeleng “Kau yang memulai maka kau yang mengakhirinya Mac..kalau kau lama seperti ini kau membuat Issabelle menderita Mac..” lanjut Guru Besar.
Dengan pasrah Mac mengengam erat batu lalu memukulkan pada liontin itu hinga terpecah belah. Tak sangka danau Lamora yang tenang begemuruh airnya bergumul siap meratakan apa yang dilaluinya. Mac yang melihat itu langsung mendekap Issabelle. Angin seakan siap menerbangkan apa yang ia lihat. Tanah seakan – akan siap mengubur hidup-hidup apa yang berada di atasnya.

“Mac...aku mencintaimu”

Dengan sekejap Negeri Lamora hancur .

******


“Kau baca apa sih Hubby?” Ucap Issabelle mendekati Mac yang sedari ta menggubris celotehan tentang tingkah laku anak mereka .
“Ini aku dikasih buku oleh seorang dosen yang gendut itu lho yang sering aku ceritakan anehnya ia berucap ‘Mereka telah dilahirkan kembali’ dan buku ini sangat menarik. Karena namaku dan namamu menjadi pemeran utamanya”
“Kau menggombal Mac?”
“Aku tidak menggombal hanya saja aku rasa cerita ini benar-benar terjadi..kau ingat aku pernah berkata padamu kalau aku merasa kita sudah lama sekali kenal”
“Aku pun merasa begitu Mac..aku rasa kamu bukanlah orang asing”

“Daddy...ayo main perosotan ...” Ve menarik kaus Ayahnya dengan girang ia menarik tanpa menoleh bahwa Ayahnya tersandung-sandung karena tarikan Ventaily anaknya.

END

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SEJARAH,KELEBIHAN DAN KEKURANGAN SERTA CARA MENGISTALL WINDOWS ME

MAILMARGE

SENI BENJANG,SENI BUHUN LELUHUR TATAR SUNDA