CERITA ROMANCE



MENANTI HANGATNYA MENTARI PAGI

Kau tahu ?
Aku selalu menanti mentari pagi
Aku berharap sinar hangatnya itu
Membawa semua impianku.....

************
Suasana ramai khas sekolahan terdengar indah ditelinga. Pohon didepan sekolah bak penjaga yang sedang mengabsen setiap siswa yang masuk. Diantara sekian banyak siswa, wanita yang membawa jinjingan kotak kue itu melangkah dengan tergesa-gesa. Wanita itu memasuki salah satu ruangan yang di atas pintu terpampang XII IPA.
“Yu ! aku beli kue kamu dong ! lapar nih “ seru salah satu temannya,padahal Ayu masih berada di ambang pintu. Dengan sumringah Ayu meladeni pelanggannya itu. Ayu adalah anak teladan di sekolah itu selain pandai ia pandai berbisnis,seperti yang sekarang ia lakukan yakni berjualan.
Bel masuk pun berbunyi,siswa telah duduk rapi di bangkunya masing-masing. Lantai putih itu memantulkan bayangan,tanda bahwa guru telah datang. Hari ini,pelajaran pertamanya adalah matematika. Satu hal yang tak disukai anak-anak kalo pagi-pagi harus berkutat dengan perhitungan apalagi guru yang satu ini tak pernah telat selalu on time. Ingin rasanya mereka melihat guru yang ini telat,kalo guru ini telat tapi sepertinya mustahil. Karenga guru ini sangat ketat dan patuh terhadap peraturan.
Beberapa orang siswa mulai menegang karena mereka belum mengerjakan tugas tapi tidak dengan Ayu ia begitu siap dengan apa yang ia akan hadapi. Tak sedikit pun raut wajah mengeluh karena pelajaran pertamanya matematika. Tak lama yang datang bukanlah guru matematika melainkan seorang cowok yang sepertinya murid baru. Dengan enaknya langsung duduk dibangku kosong tanpa memberikan salam atau sedikitnya menganggap kalo disitu ada orang dan harus disapa ya sekedar perkenalan untuk menyatakan bahwa dirinya adalah murid baru. Tapi senyum pun tidak,cowok itu malah dengan ekspresi datarnya melewati temannya..ada beberapa yang risih dengan sikap cowok itu. Salah satunya Dodi.
“Heh lo siapa ? jangan seenaknya gitu dong ! kalo lo anak baru buktiin kalo lo mengahrgai sama kita-kita yang lebih dulu nempatin nih kelas ! jangan songong deh lo anak baru ! atau janganjangan lo salah kelas ? punya mulut kan lo ? atau lo bisu ?” ucap Dodi bukanya meminta maaf cowok itu malah membuka hpnya dan memasang earphonenya. Karena tingkah itu Dodi kesal dan hampir saja ia mau melabrak cowok itu. Tapi untungnya Rehan menghalangi karena kalo tidak Dodi mungkin akan embuat keributan besar dikelas.
“Udahlah Dod ! Biarin aja ! Eh kalo yan dateng dia berarti guru killer itu terlambat dong ? iya gak ? atau jangan-jangan gak masuk lagi” karena ucapan itu semua murid bersorak sorai kecuali Ayu dan cowok itu. Tapi sorak sorai itu reda seketika disaat seseorang menginterupsi dan ternyata guru matematika.

“Ehhhhmmm..”
“Oke anak-anak sebelum kita mulai pelajaran tadi ada siswa baru yang akan masuk kelas ini,apa dia sudah masuk ?”
“Yang dipojok itu bukan ,Bu ?” tanya Ayu
“Iya betul,maaf kamu yang pakai headshet harap kedepan” seru guru tersebut.
Cowok itu pun kedepan tapi dengan polosnya ia msih menggunakkan earphonenya. Siswa dikelas setengah berbisik-bisik.
“Kamu punya etika tidak ? saya yakin sebelum kamu diterima disekolah ini , kamu sudah mendapatkan tata tertib sekolah ini. Apa kurang jelas ? atau kamu tidak bisa membaca ?”. tanpa niat menjawab ia mulai mencopot earphonenya dan melempar earphonenya itu ke tempat sampah yang berada di belakang pintu. Melihat kejadian itu guru matematika tersebut geram dan suasana di kelas menjadi tegang. Berusaha sabar guru itupun mulai berbicara hal lain.
“Sekarang perkenalkan dirimu”
Mendengar perintah itu cowok itu malah mengambil spidol di meja guru dan menulis dengan sangat besar
NAMA : SAKA ARTHA WIJAYA
SAYA PINDAHAN DARI SMAN 99
“Saya ingin kamu bicara memperkenalkan diri bukan menulis di bor !” gertak guru tersebut
“Memanganya tulisan saya tak cukup jelas ? atau tak cukup bagus ? atau kalian tak bisa membaca ? saya yakin sejelek apapun tulisan itu anda-anda sekalian bisa membacanya bukan ? dan kenapa harus dengan mulut kalo tangan bisa berbicara juga ? dan setau saya kelas ini kelas unggulan , bukan ? bukannya itu berati kalian adalah orang-orang yang berintelektual tinggi di sekolah ini kan ?” ucap cowok yang bernama Saka itu kemudian tanpa ada perintah ia segera kembali duduk di bangkunya. Melihat itu guru tersebut semakin geram.
“Saya belum menyuruh kamu untuk duduk !”
“Mau apa lagi ? apa Anda ingin saya menceritakan hidup saya mulai dari masih kandungan ? ah itu terlalu panjang jam pelajaran anda selama seminggusaja belum cukup untuk cerita saya ... lebih baik Anda mengajar tak baik kalo harus korupsi waktu terus menerus ... Anda disini dibayar kan ?lagipula kasian yang ingin belajar mereka sudah mahal-mahal bayar spp disini ehh malah jam belajarnya harus dipotong dengan hal yang sangat sia-sia”
“Berbicaralah sopan dengan guru!” seru Rehan
“Apakah saya kurang sopan dengan sudah menyebut kata “Anda” ouh..atau saya harus memanggil “Tuanku”?”.
Ekspresi guru itu semakin memadam tapi ia berusaha mengalihkan amarahnya dengan memulai pelajarannya. Selama jam pelajaran matematika itu semuanya serius mendengar penjelasan guru tersebut tapi lain lagi dengan Saka si anak baru itu. Ia malah memainkan hp nya dengan terang-terangan hal itu lah membuat guru itu geram kembali.
“Saka ! apa – apa an kamu ini ! saya masih ngajar ! matikan hp mu !” seru guru tersebut yang diikuti lirikan siswa lain pada Saka. Kali ini Saka menuruti kemauan guru itu tapi ia tidak mematikan hp nya dan malah menyimpan hp tepat di depannya kemudian mentap guru itu. Tak mau menguras tenaga lagi karena harus berteriak-teriak guru itu kembali menerangkan pelajarannya. Baru beberapa kalimat terucap dari mulut guru itu,Saka mengetuk-ngetukkan bolpoinnya yang menghasilkan suara yang cukup nyaring karena suasan kelas sedang hening. Guru itu tidak berkata tapi menatap tajam,Saka yang mengetahui guru itu kesal ia meletakkan bolpoinnya dengan kasar sehingga terdengar suara benturan antara bolpoin dan mejanya.
Kemudian semua siswa fokus kembali dengan apa yang dibicarakan gurunya itu. Dan mereka pun mulai mengerjakan soal yang di berikan guru tersebut dan tak berapa lama guru itu mulai menyebutkan beberapa nama siswa untuk mengerjakan soal di papan tulis. Alangkah terkejutnya guru itu ketika melihat Saka tertidur pulas dengan earphone menempel di telinga. Ia mendekati bangku Saka yang terletak di urutan paling belakang dan pojok. Siswa siswi lain mulai merubah roman wajahnya karena mereka tahu guru ini sedang marah besar.

BRUKK

Guru itu menggebrak meja Saka,siswa lain kaget di buatnya. Saka pun bangun dengan tampang tak berdosa.
“Kamu niat belajar gak sih ? Sekarang kerjakan soal itu! “ ucap guru tersebut penuh amarah telunjuknya mengarah pada soal yang terpampang di papan tulis.
Dengan malas-malas Saka bangkit .
“Mampus lo disuruh ngerjain soal yang sulit makan tuh soal !” lirih Dodi
Tapi Saka dengan pedenya menjawab pertanyaan sulit hanya beberapa menit saja. Padahal semua siswa ini belum mengerjakan soal itu,karena terlalu sulit tak terkecuali Ayu. Karena hal itu semua siswa takjub tak terkecuali si guru. Semua reflek bertepuk tangan . Tapi Saka hanya menatap datar dan mulai berjalan ke bangkunya lagi. Tak lama bel istirahat pun berbunyi. Guru matematika itu keluar. Dan kini saatnya Ayu beraksi menjajakan jualanya,tak perlu mengeluarkan banyak tenaga untuk Ayu menjajakan dagangannya karena semua temannya sudah membelinya kecuali Saka yang sedang asyik memainkan hp di bangku pojoknya itu. Dagangan Ayu tinggal sisa tiga,dengan senyuman sumringah ia mendekati bangku Saka yang kini sudah memasang earphonenya di telinganya.
“Saka ! mau beli kue ku? Enak lo..kamu pasti suka ! tinggal 3 lagi nih aku kasih korting seribu nih ! mau ga ? biasanya aku jual satunya 2000 jadi seharusnya 6000 tapi gapapa deh kan penghabisan trus itung-itung perkenalan saya sama kamu ! gimana mau gak ?” ucap Ayu panjang lebar. Dengan senyuman masih menghiasi wajah Ayu ia masih menunggu respon Saka karean terlalu lama ia memanggil “Saka...” dan ia sedikit menyentuh tangan Saka. Dan akhirnya ia mulai menoleh tapi..Saka malah melengos meninggalkan Ayu yang menggenggam kotak kuenya. Rita yang melihat itu kesal.
“Kalo lo gak mau beli,ngomong apa kek ! mana etika lo anak baru !” seru Rita nyaring. Ayu hanya tersenyum dan menggeleng ke arah Rita mengisyratkan bahwa ‘aku gapapa kok,biarkan saja’
Begitulah Saka,selalu berbuat seenaknya tak pernah mau berteman walau banyak yang ingin berteman apalagi wanita. Bagaimana tidak ? tampang Saka yang enak di pandang dan otaknya yang sangat jenius membuat kaum hawa tertarik padanya. Tapi bukan namanya Saka jika ia sampai menyambut wanita-wanita. tapi sayang sikapnya singinnya sunguh terlalu yang menjadi penyebab kebencian untuk orang yang tak suka dengan Saka. Tapi Saka tak pernah mengubris mereka. Yang suka ramah dengan dia saja ia tak gubris apalagi orang-orang yang membencinya.
Pernah suatu ketika Ayu bertanya tentang soal fisika yang rumit. Tanpa berkata-kata Saka hanya memberikan jawabannya. Padahal Ayu kan inginnya diajarin bukan dikasih contekan. “Aku maunya diajarin bukan dikasih contekan Saka”.
“Gue lagi males ngajarin , belajar aja sendiri !”
Ayu pun kesal dibuatnya. ‘Mentang-mentang pinter maunya seenaknya’ gerutunya.

**********************
Hari ini jualan Ayu tidak habis masih ada sisa sekitar 5 biji. Tapi karean KBM nya sudah berakhir jadi ia terpaksa pulang membawa kue itu. Ia berjalan kaki untuk sampai ke rumahnya. Di tengah perjalanan yang sepi ia melihat seseorang yang mirip Saka ia pun memfokuskan matanya dan ternyata benar orang itu adalah Saka.
Dan terdengar suara motor menderu dan Saka tak menyadarinya ia mulai berteriak agar Saka menjauh tapi karena lagi-lagi ia memakai earphone ia tak mendengar karena tak punya pilihan lain Ayu berlari ke arah Saka. Untuk soal lari jangan remehkan Ayu. Dalam hitungan menit ia sudah berada di belakang Saka yang sekarang hendak menyebrang. Tapi dasar motornya ngebut walaupun Ayu sudah mati matian lari tetap saja motor lebih duluan .

BRUKKKK

Karena suara itu Saka sadar bahawa ada sesorang yang menabrak. Ternyata Ayu tergeletak. Ia kaget dengan segera ia membopong Ayu menepi . Untung saja Ayu hanya sedikit tersenggol motor tapi karena ia kehilangan keseimbangan ia haru jatu tergeletak dan alhasil kakinya berdarah. Dan pengendara itu malah kabur.
“Sorry..” ucap Saka seraya membantu Ayu untuk duduk.
“Iya gapapa asal kamu selamat” Ayu tersenyum dan kemudian meringis mulai mersakan lukanya
“Biar gue obatin gue bawa plester tunggu bentar” Saka pun mulai mencari cari di dalam tasnya.
“Saka...”
“Hmmm”
“Lo tau dimana kotak kue gue ? tadi gue bawa kotak kue,apa kepental ya ?” Ucap Ayu kebingingan. Saka sejenak menatap Ayu dan kemudian mengedarkan pandangannya ternyata kotak kue itu Ayu jatuhkan sesasaat sebelum ia berlari.
“Itu bukan ?” tanya Saka
“Ah...iya busyett jauh amat ya mentalnya...ehh..bukan mental deh itu kan tempat gue lari pas mau ngejar lo...hahahha konyol banget gua ...” ucapnya seraya diselingi tawa dan kemudian ia mulai mebangkitkan badannya.
“lo mau kemana ?”
“Mau ngambil kotak kue”
“Ck..kaki lo itu luka ! Diem deh ! biar gue aja yang ngambil” Saka pun bangkit dan setengah berlari tapi tak sadar Ayu menyunggingkan seyumannya ketika melihat punggung Saka yang menjauh. Tak lama Saka kembali.
“Nih...eh dagangan lo belum abis ?” tanya Saka
Ayu menggeleng “ belum”
“Ada berapa lagi ?”
“Mungkin 5”
“Gue beli deh .. gue laper soalnya..tadi gak ke kantin”
“Bukannya lo emang gak pernah ke kantin?”
Saka menoleh dan tersenyum “ Ehhh..iya iya... maaf lupa...efek shock nih ...hahaha”
Ayu hanya tersenyum melihat Saka melahap kue nya. Kemudian mereka berbincang-bincang dengan tawa yang menghiasi.
“Ternyata lo asyik juga ya “ ucap Ayu
“Emang selama ini gue gimana ?” tanya Saka
“Dingin,gak punya perasaan,suka seenaknya,sombong”
Mendengar itu Saka menatap tajam Ayu. Seketika Ayu takut dengan tatapan itu,ia mulai merasa bersalah karena sudah berkata seperti itu.
“Hehe..jangan marah dong...daripada gue bohongin lo kan ? lebih jujur moga aja lo berubah iya gak ?”
Saka tersenyum sinis “Pembelaan yang bagus “
“ Yahh...lu marah gak asyik”
“Siapa yang marah ?”
“Lha ? Tadi apa an pake melotot-melotot segala terus senyum sinis,ngomong ketus ? hm ?”
“Awalnya marah sih tapi dipikir-pikir itu baik buat gue selama ini semua orang selalu memuji gue walaupun etika gue yang sama kaya ayam. Dan baru kali ini ada orang jujur tentang gue”
“Oh iya ? eh..ngomong..ngomong...impian lo apa?”
“Impian ? Kenapa jadi ngomongin impian ?”
“Gapapa kali..sebutin aja apa impian lo”
“Gak ada”
“Bohong. Dasar cowok..gengsi kalo ditanya kaya beginian. Jujur aja kali..toh ga bakalan bikin harga diri lo ancur karean nyebutin impian lo !”
“Emang gue gak punya impian Ayu...”
“Halah....”
“Gue ga punya impian karena menurut gue impian adalah khayalan orang – orang bodoh” ucapnya seraya bangkit.
“kenapa seperti itu ? Oh.. iya betul impian adalah khayalan orang-orang bodoh kalo orang itu gak mau mewujudkannya”
“Ah..sudahlah...ayo pulang..gue anterin lo pulang”
Saka pun mulai membopong Ayu. Selama perjalan mereka tak berbicara lagi. Hanya hembusan angin yang mengisi kekosongan antara sela-sela tubuh mereka yang berdekatan. Sesampainya di rumah, Ayu berkata
“Bangunlah bersamaan dengan mentari pagi,lihat dan rasakan sinarnya aku yakin di saat itulah kamu meyakini kalo impian itu ada dan impian itu akan terwujud”.

**************
Dari hari ke hari semenjak kejadian itu Ayu dan Saka semakin dekat. Mereka sudah menjadi sahabat. Banyak cewe-cewe lain yang iri dengan Ayu yang bisa dekat dengan Saka,yang sekarang-sekarang diklaim menjadi siswa terpandai dan terganteng dan ter..ter..lainnya
Dengan kedekatan itu Saka mulai bisa menaati peratuan. Walaupun ia masih tetap dingin kepada teman-temannya kecuali pada Ayu. Mungkin Saka pernah marah karena Ayu sering menyakan tentang impiannya. Jujur saja Saka tak pernah punya impian , semua impiannya musnah ketika kedua orangtuanya menghendaki Saka harus menjadi apa yang orangtuanya inginkan. Ia diarahkan ke hal-hal yang orang tuanya inginkan tanpa memperdulikan kenyamanan dan kemauan Saka inilah sebabnya kenapa ia bersikukuh tetap mengklaim bahawa ‘impian adalah khayalan orang-orang bodoh’ karena ia tahu ia tidak bisa mewujudkan semua impiannya . untuk satu impiannnya saja sudah tak mungkin apalagi semua impiannya sudah jelas itu sangat-sangat MUSTAHIL.
Dari kecil ia sangat disibukkan dengan les-les yang diberikan keda orang tuanya tanpa memberika kesempatan untuk ia menuangka segala keinginannya. Karena didkan seperti itu Saka tumbuh menjadi seorang yang jenius tapi mati impian. Ia menjalani hidup ini tanpa gairah. Ia menjalankan hidupnya hanya sesuai skenario kedua orang tuanya bukan sesuai skenario dirinya.
Tapi dengan kehadiran Ayu sedikit-sedkit pikran dan hatinya mulai terbuka akan impian . dan ternyata ia mulai melakukan apa yang pernah dikatakan oleh ayu ‘bangunlah bersamaan dengan mentari pagi,lihat dan rasakan sinarnya. Aku yakin disaat itulah kamu meyakini bahwa impian itu ada dan impian itu akan terwujud’. Ia mencoba bangun di pagi hari hanya untu melihat sinar mentari. Awalnya ia tak percaya dan melakukan ini karena penasaran. Tapi di pagi itu ia melihat,melihat bagaiamana keinginanya bagaimana impiannya yang selama ini hancur,ia melihat bagaimana impiannya kembali bersatu menjadi keyakinan dihatinya. Dan hari ini ia akan bercerita tentang hal ini pada sahabatnya,Ayu.
Ia bergegas ke sekolah tapi Ayu terlalu sibuk denagn dagangannya sampai jam istirahatpun ia belum sempat menyampaikan hal ini pada Ayu. Dan tibalah waktu dimana Ayu sudah beres. Pelajaran ketiga tak ada guru,ini kesempatan untuk Saka menceritakan hal ini.
“Yu..aku mau ngomong nih”
“Ah..bentar deh.aku ketoilet dulu..soalnya kebelet nih...dahhh” ucap seraya berlari keluar kelas.
Entah penglihatan Saka yang buruk atau memang benar adanya. Akhir-akhir ini ia melihat Ayu seperti menahan sakit dan wajahnya pun pucat.
Sudah satu jam Ayu tak kunjung kembali..’mungkin Ayu mengobrol sama temannya kali’ bisiknya dalam hati. Kesadaran dan logikanya Saka mulai jalan ketika pelajaran ketiga ini mulai berakhir. Ia bergegas ke toilet. Membuka satu perastu toilet perempuan tanpa memperdulikan beberapa wanita yang sedang berdandan kaget dengan kedatangan Saka. Sisa satu toilet yang paling ujung yang belum ia cek. Ia pun membukanya ternyat terkunci. Ia mulai memanggil-manggil kembali nama Ayu.
“Yu...Ayu...apa kamu di dalam”
Ia memanggil berulang-ulang karena penasaran ia mendobrak pintu. Dan alangkah kagetnya ketika mata hitam pekatnya itu menangkap Ayu yang tergeletak tak sadarkan diri. Sontak saja Saka kaget dan panik. Ia mulai membawa keluar Ayu yang tak sadarkan diri,sekarang terlihat jelas wajah Ayu yang sangat pucat. Saka pun membawanya kerumah sakit.
**********
Ia meunggu gelisah kedua orang tua Ayu. Kini Ayu terbaring lemah di ruang ICU ia kritis. Lama menunggu kedua orang tua Ayu. Dokter menyuruh Saka keruangan nya.

“Bagaiman keadaan sahabat saya dok? Apa ia akan melewati masa kritisnya?”
“Kita berdoa saja,tapi ada hal penting yang saya ingin katakan.”
“Apa itu dok ?”
“Maaf seharusnya saya mengatakan ini pada kedua orang tuanya,tapi..sudah ampir malam mereka belum juga datang”.
“Aku sahabatnya aku berhak mengetahuinya dok”
“Baiklah..begini saya mau bertanya kenapa pasien masih beraktifitas ? sedangkan seharusnya ia di rawat?”
“Maksud dokter ? Ayu baik-baik ajakan ? belakangan ini Ayu masih seperti biasa..tak ada yang aneh pada dirinya ?”
“Mana mungkin bisa ? dia mengidao kanker hati satdium akhir,harusnya ia dirawat intensif !”
“A..pa? Kanker hati ?”
“Apa anda baru tahu”
Saka mengangguk
“Mana mungkin? Apa anda tidak melihat yang aneh pada dirinya? Dia sudah berada di stadium akhir..kemungkinan hidupnya ampir tidak ada”
“Ini sebuah keajaiban dok” seru seseorang yang berada di ambang pintu,ternyata itu dr Friska
“Saya pernah menangani Ayu , ini memang sangat aneh . Ayu mengidap penyakit ganas tapi tak terlihat sedkitpun kalo dia sedang sakit. Awalnyasaya pun tak percaya dengan hasil lab kala itu tapi setelah di cek berulang-ulang hasilnya sama-sama menunjukkan kalo Ayu mengidap kanker hati”
“Trus apa yang harus saya lakukan? Katakan ? berapaun biaya perawatan Ayu akan saya tanggung dok “ ucap Saka
Dokter hanya bisa terdiam dan menunduk.
“Mengapa kalian terdiam ? cepat katakan berapa yang harus saya bayar ?”
“Maaf .. kita tak bisa melakukan apa-apa hanya mukjizat yang dapat menolongnya karena sampai saat ini untuk kasus Ayu belum ada titik terang”
Mendengar itu meneteslah air mata Saka.

*********
Saka menjalakan mobilnya kini disebelahnya ada Rino adik Ayu. Tadi keluarga Ayu baru saja datang maklum rumah Ayu sangat jauh dari rumah sakit alhasil mereka baru sampai. Sama seperti Saka , kedua orang tua Ayu sangat terkejut dengan penyakit yang diidap Ayu. Alasannya sama karena Ayu tak terlihat sedang merasakan sakit,tak terlihat seperti sakit,semuanya biasa-biasa saja.
“Kaka...memangnya Ka Ayu sakit apa ? ko ditemenin sama mesin-mesin emang mesin-mesin itu bisa nyembuhin Ka Ayu ?”
Saka tersenyum dan menjawab “ Ka Ayu cuman sakit biasa ko,doain aja biar Ka Ayu cepet sembuh”
“Masa sih Ka ? Penyakit biasa-biasa aja ? kalo biasa-biasa aja kenapa tadi Ka Ayu gak bangun ngejewer aku padahal tadi aku main kebablasan sampe-sampe ibu kahawatir”
“Mungkin Ka Ayu marah kali jadinya gak mau ketemu kamu apalagi ngejewer kamu”
“Masa sih ? kalo Ka Ayu marah sama aku Ka Ayu gak bakalan ngediemin aku ! Dia bakalan ngomelin aku sampe mulutnya berbusa,ngomong gak berhenti-henti,terus nyubitin aku,ngegelitikin aku,ngejewer aku..gak mungkin kalo ngediemin aku”
Mendengar celotehan anak yang baru berumur 8 tahun ini Saka tertwa sejenak ia mengingat kebersamaannya bersama Ayu yang penuh tawa. Memang Ayu tipe orang cerewt dia akan ngomong merepet gak berhenti kalo pertanyaanya gak di jawab
“Kamu ini punya mulut gak sih ? kenapa gak dijawab ? ini apa lagi (menunjuk earphone) emang dasar budek sinting ! udah tau lagi ngomong sama orang malah disumpel sama ini ! kampret lu! Awas kalo minta korting kue gue lagi !”

Rino yang melihat Saka senyum-senyum sendiri mulai meraih dahinya,menempelkan punggung tangan di dahi Saka.
“Ga panas tapi sama kaya panasnya pantat aku”

Seketika Rino tertwa lepas sedangkan Saka mulai mencubiti lengan dan pipi Rino. Sadar sedang mengendarai mobil ia mulai menstabilkan laju mobilnya. Entah kenapa bayang-bayang kebersamaan dengan Ayu berekelebatan di pikirannya apalagi tingkah Rino sejak tadi mengingatkan akan kenangan itu. Ya,Rino mirip Ayu. Dulu pun Ayu pernah melakukan hal yang sama sperti yang dilakukan Rino menempelkan punggung tangannya di dahi Saka dan berkata
“Ga panas sih tapi panas pantat gue sama kaya panas dahi lo”
Lagi-lagi Saka tersenyum .
“Kaka kenapa sih ? dari tadi senyam senyum terus..aku jadi takut dehh..jangan...jangan obatnya abis ya.... hahahha”
Dan lagi-lagi perkataan itu mengingatkan dirinya akan sosok Ayu. Entah mengapa tingkah dan perkataan Rino semuanya mengingatkan Saka aka sosok Ayu . Dan tujuannya kali ini adalah ke rumah Ayu untuk mengambil beberapa baju Ayu. Ini dilakukannya karena kedua orang tua Ayu tak bisa melakukannya apalagi keadaan Ibu Ayu yang histeris.
Tak berapa lama ia sampai di rumah sederhana milik Ayudan keluargaku. Saka sudah tau kalo Ayu bukan bersal dari keluarga kaya. Tapi sifat Ayu yang riang dan supel membuatnya mudah bersosialisasi. Ia ingat akan pesan Ayah Ayu kalo Ayu sering mengunci kamarnya,dan kucinya ia simpan dibalik figura fotonya di ruang tamu.Saka pun masuk Rino tetap berceloteh tentang Kakaknya itu.
Saka menemukan kunci yang dimaksud,sejnak ia memandang foto Ayu ada secercah kebagahagiaan yang menghampiri ketika Saka melihat foto Ayu yang sedang bergaya dan tersenyum lebar tapi seketika rasa perih tiba menghampiri hatinya tak kala ia sadar bahwa Ayu sekarang seperti ini.
Tak menunggu waktu lama Saka pun membuka pintu kamar Ayu. Rino terkejut saat melihat di kamar Ayu terpajang sepeda yang ia idam-idamkam. Ia ingat kalo sekarang dirinya ulang tahun yang ke-8 . ia ingat setahun yang lalu ia ingin dibelikan sepeda kepada kedua orang tuanya jika ia ulang tahun. Dan alangkah bahagianya ketika ia bisa mendapatkan keinginannya. Rino mendekati sepeda itu,ia tertarik denan kertas yang tertempel di bagian depan sepedanya.
“Ka ! lihat ini ada surat tolong bacainya..soalnya aku belum lancar baca” dengan sumringah ia menghampri Saka yang mulai membereskan beberapa baju.

UNTUK ADIKKU YANG BAWELNYA SAMA KAYA KAKAKNYA
RINO AGUSTIAN
            Maaf kalo kaka baru bisa beliin kamu sepeda sekarang. Padahal kamu menginginkannya setahun yang lalu. Semoga kamu masih menginginkannya ya. Dan selamat ulang tahun yang ke 8 tahun semoga menjadi kebanggan Ibu sama Bapa yaa..pesan Kaka jangan kedua orang tua kita ya...dan berusahalah untuk belajar...masa sudah kelas 2 masih belum bisa baca sih ?? malu dong sama gebetan kamu , Asty. Pasti sekarang mukamu kecut kan ? karena Kaka tahu RAHASIA terbesarmu. Dan mungkin Ayah sama Ibu akan mencubitmu !!! haha rasain !!!! dan kamu gak bisa nutup-nutpin lagi karena Kakak yakin surat ini dibaca sama Ayah atau Ibu...semoga saja saat surat ini dibacain Kaka bisa mendengarnya.
            Oh ya satu lagi,belajarlah yang serius dan belajarlah untuk bisa membuka kunci rumah ! Masa kamu mau nungguin Kakak terus sampe sore ! Padahal kamu kan gak bisa nahan lapar !. jadilah kebanggaan kawan !
                       
                                                                        Kakak yang selalu menjewrmu
                                                                                    Ayu Ningtiyas

“Ah..sebel..sebell kenapa Ka Ayu bisa tau rahasia itu sih ?? Kaka..jangan..bilangin yah sama Ibu yaa..plissss”
“Boleh sih...tapi ada syaratnya..”
“Ah Ka Saka sama Ka Ayu apa-apa syarat”
“Ya udah kalo gak mau”
“Eh..iya..iya deh...emang apa syaratnya”
“Kamu harus janji kalo kamu bakalan jadi orang cerdas oke ?”
“Okeee!!!”

Saka pun melanjutkan membenahi pakaian Ayu,setelah hampir selesai matanya tertuju pada meja belajar Ayu disana tergelatak satu buku yang ternuka. Karena penasaran ia pun meraihnya. Ternyata diary Ayu..awalnya ia membiarkan buku itu tapi...ia ingin tahu apa yang selalu Ayu tulis di buku diary nya itu. Ia pun membuka asal-asalan...

12-11-2014
Entah apalagi yang harus aku hadapi. Dan entah berapa kuat lagi menahan sakit ini. Diary..aku terkena kanker hati. Aku tak tahu harus bagaimana ...aku takut merpotkan kedua orang tuaku kalo aku mengatakan hal ini. Bantu aku diary...sampaikan pada Tuhan jika takdirku berakhir karena penyakit ini..izinkan aku membahagiakan keluargaku di ujung usiaku.


5-1-2016
            Hai diary..lama tak jumap. Maaf kalo sudah sehaun lebih ini aku tak menorehkan lagi kisahku. Aku malu padamu diary...kamu harus menampung segala keluh kesahku..jadi setahun kmarin aku mencoba berjuang sendirian..aku tak ingin menyusahkan siapapun..termasuk kamu..diary...
            Tapi ternyata..aku tak bisa...kali ini penyakitku semakin mengerogotiku/ ayah dan ibu masih belum mengetahui ini jangan tentang penyakitku tentang aku sering berjalan kue dan online shop pun mereka tak tahu. Aku ini durhaka sekali ya...

11-1-2016
            Dikelasku kedatangan siswa baru. Tapi dia itu dingin sekali dan suka seenaknya guru matematikaku dibuat dongkol olehnya. Tapi dia tampan juga sih ..hehehe

18-1-2016
            Diary...ternyata Saka tak sedingin yang aku kira dia asyik jugaa malah sekarang kami bersahabat. Tapi kenapa dia tak percaya impian ? kenapa dia tak punya impian ?

1-2-2016
            Diary...bolehkah aku berkeluh kesah tentang penyakitku ? .... aku janji ini yang terakhir kali...mungkin kamu bosan...tapi aku harus mengadu kesiapa lagi kalo bukan samakamu ?
            Diary..penyakitku semakin parah..mana obatnya mahal-mahal lagi...entahlah beberapa hari ini aku tak berselera makan...aku sudah tak berselera apapun padahal aku butuh energi untuk menghadapi ujian..semoga penyakit ini menginzinkan aku untuk menyelesaikan sekolahku karena aku membuat bangga kedua orang tuaku. Oh ya,aku berhasil membelikan kado untuk adikku Rino aku tahu dia menginginkannya setahun yg lalu tapi aku baru ada rezeki tahun ini..semoga dia masih menginginkannya...
            Oh ya..kamu tahu keinginanku dan impian ku banyak ? ah...sekarang aku hanya ingin ada seseorang yang menyanyikan lagu ini....

Dengarkanlah aku cerita hatiku
Cerita tentangmu
Aku mau ikhlas,ikhlas menyayangimu
Tutuplah matamu

Aku tlah berjanji menyanyangimu
Lahir dan batinku
Aku telah berjanji mendampingimu
Lahir dan batinku

Andai engkau tahu kusiap mati untukmu
Jiwa dan ragaku
Cukup aku dan Tuhan yang tahu

            Iya,masih seperti dulu impianku ... aku ingin ada orang tulus menyanyikan untukku.....tapi...sekarang aku ingin seseorang itu adalah dia diary...tapi..aku takut dia marah dan membenciku. Andai saja dia merasakan apa yang aku rasakan terhadpanya....
Andai...saja......

***************
Sudah seminggu Ayu terbaring lemah. Ia belum juga melewati masa kritisnya. Selam seminggu itu dengan rutin Saka menjenguki Ayu dari sepulang sekolah sampai larut mala. Ia sudah tak memperdulikan kedua orangtuanya yang marah karena hal ini. Ia terlalu menyayangi Ayu. Seseorang yang telah menghidupak kembali Saka yang penuh impian.

Dan impiannya kali ni iala ia ingin meraih impian bersama Ayu..

“Ayu..kau tahu ? hari itu aku hanya ingin mengungkapkan kalo aku yakin impian itu ada dan akan terwujud..itu saja...kumohonn..bangun yu...bukankah kau pernah bilang kepadaku untuk meraih impianmu bersamaku ? Yu...keinginan terbesarku adalah meraih impian bersamamu..”

Tapi Ayu tetap tak bergeming.

Ternyata Saka ketiduran..ia tak sadar kalo Ayu kini sudah bangun. Saat ia membuka mata ia begitu terkejut ia serasa ingin berteriak tapi Ayu menggelengkan kepalanya menginsyaratkan jangan.

“Jangan..Saka...biarkan mereka tidur dengan damai..”

Ayu tahu kalo Saka akan memberitahu Ayah,Ibu dan Adik Ay yang tertidur di sofa tempat Ayu di rawat. Dengan berat hati..Saka menunduk kemudian menatap Ayu..tangannya menggenggam tangan Ayu..

“Aku senang kamu udah sadar Yu...sebaiknya..kamu tidur ini masih jam 4 “
“Aku ingin melihat mentari pagi..Saka..tolong buka kan jendela itu”
“Baiklah....”
Saka pun membukakan jendela
Ayu tahu kalo Saka telah membaca diarynya,terbukti karena buku diarynya kini berda di sampingnya
“Saka...”
“Ya..Ayu ?”
“Apakah kamu sudah menemukan impianmu?”
Saka tersenyum tangannya masih menggenggam tangan Ayu “Sudah..terimakasih...”
“Aku senang mendengarnya”
“Ya..dan aku ingin kamu menepati janjimu kalo kamu akan meraih impianku besamaku..”
Ayu hanya tertunduk” Saka...”
“Hmmm...” Saka hanya tersenyum kepada Ayu dan mengeluskan tangan Ayu ke pipinya.
“Kamu membaca diary ku kan ?”
“Hhehe maaf  Yu.... habisnya aku penasaran”
“Kalo gitu mau gak kamu mewujudkan impianku”
“Maksudnya ?”
“Nyanyikan aku lagu yang aku tulis di Diary ku Saka...”
Saka mengernyitkan dahi . Sungguh saat ia tahu Ayu membicarakan orang yang ia dirinya suka hati Saka perih. Karena Saka tahu..cintanya bertepuk sebelah...ya,Saka mencintai Ayu..
“Ayolah Saka...untukku...”
Karena kata-kata itu Saka tahu...ya Saka tahu dan yakin bahwa Ayu pun mencintainya...
“Apakah kau.....”
Seakan tahu apa yang akan di ucapkan Saka...Ayu tersenyum dan berkata “Cepatlah..Saka....supaya aku tidur kembali..aku lelah”
Dengar sumringah Saka menyanyikan lagu itu,lagu kesukaan Ayu...
Tapi sebelumnya ia ikut berbaring bersama Ayu . Saka mengusap lembut rambut Ayu..yang karena penyakitnya ... rambut tebal Ayu menjadi tipis ia mengecup puncak kepala Ayu dan Ayu pun mulai menyelundupkan kepalanya ke badan Saka. Saka pun mulai bernyanyi...

Dengarkanlah aku cerita hatiku
Cerita tentangmu
Aku mau ikhlas,ikhlas menyayangimu
Tutuplah matamu

Aku tlah berjanji menyanyangimu
Lahir dan batinku
Aku telah berjanji mendampingimu
Lahir dan batinku

Andai engkau tahu kusiap mati untukmu
Jiwa dan ragaku
Cukup aku dan Tuhan yang tahu

“Terimakasih Saka..Aku mencintaimu..teruslah bernyanyi agar aku terlelap dan sakitku hilang “ ucap Ayu parau..

Saka tak sadar putaran kedua lagu di dengungkan Ayu pergi..Ayu tak mersakan sakitnya lagi...Ayu bahagia....Dia telah meraih impiannya.....

Baru setelah ketiga kalinya menyanyi..ia mersakan hembusan nafas Ayu tak ia rasakan lagi di dadanya...ia membalikkan badan Ayu....ia melihat kedamaian di wajah Ayu....

Dan sadarlah....ketika mesin itu mengeluarkan

Tiiiiiiiiiiiiitttttttttttt...............

******************

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SEJARAH,KELEBIHAN DAN KEKURANGAN SERTA CARA MENGISTALL WINDOWS ME

MAILMARGE

SENI BENJANG,SENI BUHUN LELUHUR TATAR SUNDA