CERITA ROMANCE
MENANTI
HANGATNYA MENTARI PAGI
Kau tahu ?
Aku selalu
menanti mentari pagi
Aku berharap
sinar hangatnya itu
Membawa semua
impianku.....
************
Suasana
ramai khas sekolahan terdengar indah ditelinga. Pohon didepan sekolah bak
penjaga yang sedang mengabsen setiap siswa yang masuk. Diantara sekian banyak
siswa, wanita yang membawa jinjingan kotak kue itu melangkah dengan
tergesa-gesa. Wanita itu memasuki salah satu ruangan yang di atas pintu
terpampang XII IPA.
“Yu
! aku beli kue kamu dong ! lapar nih “ seru salah satu temannya,padahal Ayu
masih berada di ambang pintu. Dengan sumringah Ayu meladeni pelanggannya itu.
Ayu adalah anak teladan di sekolah itu selain pandai ia pandai
berbisnis,seperti yang sekarang ia lakukan yakni berjualan.
Bel
masuk pun berbunyi,siswa telah duduk rapi di bangkunya masing-masing. Lantai
putih itu memantulkan bayangan,tanda bahwa guru telah datang. Hari
ini,pelajaran pertamanya adalah matematika. Satu hal yang tak disukai anak-anak
kalo pagi-pagi harus berkutat dengan perhitungan apalagi guru yang satu ini tak
pernah telat selalu on time. Ingin rasanya mereka melihat guru yang ini
telat,kalo guru ini telat tapi sepertinya mustahil. Karenga guru ini sangat
ketat dan patuh terhadap peraturan.
Beberapa
orang siswa mulai menegang karena mereka belum mengerjakan tugas tapi tidak
dengan Ayu ia begitu siap dengan apa yang ia akan hadapi. Tak sedikit pun raut
wajah mengeluh karena pelajaran pertamanya matematika. Tak lama yang datang
bukanlah guru matematika melainkan seorang cowok yang sepertinya murid baru.
Dengan enaknya langsung duduk dibangku kosong tanpa memberikan salam atau
sedikitnya menganggap kalo disitu ada orang dan harus disapa ya sekedar perkenalan
untuk menyatakan bahwa dirinya adalah murid baru. Tapi senyum pun tidak,cowok
itu malah dengan ekspresi datarnya melewati temannya..ada beberapa yang risih
dengan sikap cowok itu. Salah satunya Dodi.
“Heh
lo siapa ? jangan seenaknya gitu dong ! kalo lo anak baru buktiin kalo lo
mengahrgai sama kita-kita yang lebih dulu nempatin nih kelas ! jangan songong
deh lo anak baru ! atau janganjangan lo salah kelas ? punya mulut kan lo ? atau
lo bisu ?” ucap Dodi bukanya meminta maaf cowok itu malah membuka hpnya dan
memasang earphonenya. Karena tingkah itu Dodi kesal dan hampir saja ia mau
melabrak cowok itu. Tapi untungnya Rehan menghalangi karena kalo tidak Dodi
mungkin akan embuat keributan besar dikelas.
“Udahlah
Dod ! Biarin aja ! Eh kalo yan dateng dia berarti guru killer itu terlambat
dong ? iya gak ? atau jangan-jangan gak masuk lagi” karena ucapan itu semua
murid bersorak sorai kecuali Ayu dan cowok itu. Tapi sorak sorai itu reda
seketika disaat seseorang menginterupsi dan ternyata guru matematika.
“Ehhhhmmm..”
“Oke
anak-anak sebelum kita mulai pelajaran tadi ada siswa baru yang akan masuk
kelas ini,apa dia sudah masuk ?”
“Yang
dipojok itu bukan ,Bu ?” tanya Ayu
“Iya
betul,maaf kamu yang pakai headshet harap kedepan” seru guru tersebut.
Cowok
itu pun kedepan tapi dengan polosnya ia msih menggunakkan earphonenya. Siswa
dikelas setengah berbisik-bisik.
“Kamu
punya etika tidak ? saya yakin sebelum kamu diterima disekolah ini , kamu sudah
mendapatkan tata tertib sekolah ini. Apa kurang jelas ? atau kamu tidak bisa
membaca ?”. tanpa niat menjawab ia mulai mencopot earphonenya dan melempar
earphonenya itu ke tempat sampah yang berada di belakang pintu. Melihat
kejadian itu guru matematika tersebut geram dan suasana di kelas menjadi
tegang. Berusaha sabar guru itupun mulai berbicara hal lain.
“Sekarang
perkenalkan dirimu”
Mendengar
perintah itu cowok itu malah mengambil spidol di meja guru dan menulis dengan
sangat besar
NAMA
: SAKA ARTHA WIJAYA
SAYA
PINDAHAN DARI SMAN 99
“Saya
ingin kamu bicara memperkenalkan diri bukan menulis di bor !” gertak guru
tersebut
“Memanganya
tulisan saya tak cukup jelas ? atau tak cukup bagus ? atau kalian tak bisa
membaca ? saya yakin sejelek apapun tulisan itu anda-anda sekalian bisa
membacanya bukan ? dan kenapa harus dengan mulut kalo tangan bisa berbicara
juga ? dan setau saya kelas ini kelas unggulan , bukan ? bukannya itu berati
kalian adalah orang-orang yang berintelektual tinggi di sekolah ini kan ?” ucap
cowok yang bernama Saka itu kemudian tanpa ada perintah ia segera kembali duduk
di bangkunya. Melihat itu guru tersebut semakin geram.
“Saya
belum menyuruh kamu untuk duduk !”
“Mau
apa lagi ? apa Anda ingin saya menceritakan hidup saya mulai dari masih
kandungan ? ah itu terlalu panjang jam pelajaran anda selama seminggusaja belum
cukup untuk cerita saya ... lebih baik Anda mengajar tak baik kalo harus
korupsi waktu terus menerus ... Anda disini dibayar kan ?lagipula kasian yang
ingin belajar mereka sudah mahal-mahal bayar spp disini ehh malah jam
belajarnya harus dipotong dengan hal yang sangat sia-sia”
“Berbicaralah
sopan dengan guru!” seru Rehan
“Apakah
saya kurang sopan dengan sudah menyebut kata “Anda” ouh..atau saya harus
memanggil “Tuanku”?”.
Ekspresi
guru itu semakin memadam tapi ia berusaha mengalihkan amarahnya dengan memulai
pelajarannya. Selama jam pelajaran matematika itu semuanya serius mendengar
penjelasan guru tersebut tapi lain lagi dengan Saka si anak baru itu. Ia malah
memainkan hp nya dengan terang-terangan hal itu lah membuat guru itu geram
kembali.
“Saka
! apa – apa an kamu ini ! saya masih ngajar ! matikan hp mu !” seru guru
tersebut yang diikuti lirikan siswa lain pada Saka. Kali ini Saka menuruti
kemauan guru itu tapi ia tidak mematikan hp nya dan malah menyimpan hp tepat di
depannya kemudian mentap guru itu. Tak mau menguras tenaga lagi karena harus
berteriak-teriak guru itu kembali menerangkan pelajarannya. Baru beberapa kalimat
terucap dari mulut guru itu,Saka mengetuk-ngetukkan bolpoinnya yang
menghasilkan suara yang cukup nyaring karena suasan kelas sedang hening. Guru
itu tidak berkata tapi menatap tajam,Saka yang mengetahui guru itu kesal ia
meletakkan bolpoinnya dengan kasar sehingga terdengar suara benturan antara
bolpoin dan mejanya.
Kemudian
semua siswa fokus kembali dengan apa yang dibicarakan gurunya itu. Dan mereka
pun mulai mengerjakan soal yang di berikan guru tersebut dan tak berapa lama
guru itu mulai menyebutkan beberapa nama siswa untuk mengerjakan soal di papan
tulis. Alangkah terkejutnya guru itu ketika melihat Saka tertidur pulas dengan
earphone menempel di telinga. Ia mendekati bangku Saka yang terletak di urutan
paling belakang dan pojok. Siswa siswi lain mulai merubah roman wajahnya karena
mereka tahu guru ini sedang marah besar.
BRUKK
Guru
itu menggebrak meja Saka,siswa lain kaget di buatnya. Saka pun bangun dengan
tampang tak berdosa.
“Kamu
niat belajar gak sih ? Sekarang kerjakan soal itu! “ ucap guru tersebut penuh
amarah telunjuknya mengarah pada soal yang terpampang di papan tulis.
Dengan
malas-malas Saka bangkit .
“Mampus
lo disuruh ngerjain soal yang sulit makan tuh soal !” lirih Dodi
Tapi
Saka dengan pedenya menjawab pertanyaan sulit hanya beberapa menit saja.
Padahal semua siswa ini belum mengerjakan soal itu,karena terlalu sulit tak
terkecuali Ayu. Karena hal itu semua siswa takjub tak terkecuali si guru. Semua
reflek bertepuk tangan . Tapi Saka hanya menatap datar dan mulai berjalan ke
bangkunya lagi. Tak lama bel istirahat pun berbunyi. Guru matematika itu
keluar. Dan kini saatnya Ayu beraksi menjajakan jualanya,tak perlu mengeluarkan
banyak tenaga untuk Ayu menjajakan dagangannya karena semua temannya sudah
membelinya kecuali Saka yang sedang asyik memainkan hp di bangku pojoknya itu.
Dagangan Ayu tinggal sisa tiga,dengan senyuman sumringah ia mendekati bangku
Saka yang kini sudah memasang earphonenya di telinganya.
“Saka
! mau beli kue ku? Enak lo..kamu pasti suka ! tinggal 3 lagi nih aku kasih
korting seribu nih ! mau ga ? biasanya aku jual satunya 2000 jadi seharusnya
6000 tapi gapapa deh kan penghabisan trus itung-itung perkenalan saya sama kamu
! gimana mau gak ?” ucap Ayu panjang lebar. Dengan senyuman masih menghiasi
wajah Ayu ia masih menunggu respon Saka karean terlalu lama ia memanggil
“Saka...” dan ia sedikit menyentuh tangan Saka. Dan akhirnya ia mulai menoleh
tapi..Saka malah melengos meninggalkan Ayu yang menggenggam kotak kuenya. Rita
yang melihat itu kesal.
“Kalo
lo gak mau beli,ngomong apa kek ! mana etika lo anak baru !” seru Rita nyaring.
Ayu hanya tersenyum dan menggeleng ke arah Rita mengisyratkan bahwa ‘aku gapapa
kok,biarkan saja’
Begitulah
Saka,selalu berbuat seenaknya tak pernah mau berteman walau banyak yang ingin
berteman apalagi wanita. Bagaimana tidak ? tampang Saka yang enak di pandang
dan otaknya yang sangat jenius membuat kaum hawa tertarik padanya. Tapi bukan
namanya Saka jika ia sampai menyambut wanita-wanita. tapi sayang sikapnya
singinnya sunguh terlalu yang menjadi penyebab kebencian untuk orang yang tak
suka dengan Saka. Tapi Saka tak pernah mengubris mereka. Yang suka ramah dengan
dia saja ia tak gubris apalagi orang-orang yang membencinya.
Pernah
suatu ketika Ayu bertanya tentang soal fisika yang rumit. Tanpa berkata-kata
Saka hanya memberikan jawabannya. Padahal Ayu kan inginnya diajarin bukan
dikasih contekan. “Aku maunya diajarin bukan dikasih contekan Saka”.
“Gue
lagi males ngajarin , belajar aja sendiri !”
Ayu
pun kesal dibuatnya. ‘Mentang-mentang pinter maunya seenaknya’ gerutunya.
**********************
Hari
ini jualan Ayu tidak habis masih ada sisa sekitar 5 biji. Tapi karean KBM nya
sudah berakhir jadi ia terpaksa pulang membawa kue itu. Ia berjalan kaki untuk
sampai ke rumahnya. Di tengah perjalanan yang sepi ia melihat seseorang yang
mirip Saka ia pun memfokuskan matanya dan ternyata benar orang itu adalah Saka.
Dan
terdengar suara motor menderu dan Saka tak menyadarinya ia mulai berteriak agar
Saka menjauh tapi karena lagi-lagi ia memakai earphone ia tak mendengar karena
tak punya pilihan lain Ayu berlari ke arah Saka. Untuk soal lari jangan
remehkan Ayu. Dalam hitungan menit ia sudah berada di belakang Saka yang
sekarang hendak menyebrang. Tapi dasar motornya ngebut walaupun Ayu sudah mati
matian lari tetap saja motor lebih duluan .
BRUKKKK
Karena
suara itu Saka sadar bahawa ada sesorang yang menabrak. Ternyata Ayu
tergeletak. Ia kaget dengan segera ia membopong Ayu menepi . Untung saja Ayu
hanya sedikit tersenggol motor tapi karena ia kehilangan keseimbangan ia haru
jatu tergeletak dan alhasil kakinya berdarah. Dan pengendara itu malah kabur.
“Sorry..”
ucap Saka seraya membantu Ayu untuk duduk.
“Iya
gapapa asal kamu selamat” Ayu tersenyum dan kemudian meringis mulai mersakan
lukanya
“Biar
gue obatin gue bawa plester tunggu bentar” Saka pun mulai mencari cari di dalam
tasnya.
“Saka...”
“Hmmm”
“Lo
tau dimana kotak kue gue ? tadi gue bawa kotak kue,apa kepental ya ?” Ucap Ayu
kebingingan. Saka sejenak menatap Ayu dan kemudian mengedarkan pandangannya
ternyata kotak kue itu Ayu jatuhkan sesasaat sebelum ia berlari.
“Itu
bukan ?” tanya Saka
“Ah...iya
busyett jauh amat ya mentalnya...ehh..bukan mental deh itu kan tempat gue lari
pas mau ngejar lo...hahahha konyol banget gua ...” ucapnya seraya diselingi
tawa dan kemudian ia mulai mebangkitkan badannya.
“lo
mau kemana ?”
“Mau
ngambil kotak kue”
“Ck..kaki
lo itu luka ! Diem deh ! biar gue aja yang ngambil” Saka pun bangkit dan
setengah berlari tapi tak sadar Ayu menyunggingkan seyumannya ketika melihat
punggung Saka yang menjauh. Tak lama Saka kembali.
“Nih...eh
dagangan lo belum abis ?” tanya Saka
Ayu
menggeleng “ belum”
“Ada
berapa lagi ?”
“Mungkin
5”
“Gue
beli deh .. gue laper soalnya..tadi gak ke kantin”
“Bukannya
lo emang gak pernah ke kantin?”
Saka
menoleh dan tersenyum “ Ehhh..iya iya... maaf lupa...efek shock nih ...hahaha”
Ayu
hanya tersenyum melihat Saka melahap kue nya. Kemudian mereka berbincang-bincang
dengan tawa yang menghiasi.
“Ternyata
lo asyik juga ya “ ucap Ayu
“Emang
selama ini gue gimana ?” tanya Saka
“Dingin,gak
punya perasaan,suka seenaknya,sombong”
Mendengar
itu Saka menatap tajam Ayu. Seketika Ayu takut dengan tatapan itu,ia mulai merasa
bersalah karena sudah berkata seperti itu.
“Hehe..jangan
marah dong...daripada gue bohongin lo kan ? lebih jujur moga aja lo berubah iya
gak ?”
Saka
tersenyum sinis “Pembelaan yang bagus “
“
Yahh...lu marah gak asyik”
“Siapa
yang marah ?”
“Lha
? Tadi apa an pake melotot-melotot segala terus senyum sinis,ngomong ketus ? hm
?”
“Awalnya
marah sih tapi dipikir-pikir itu baik buat gue selama ini semua orang selalu
memuji gue walaupun etika gue yang sama kaya ayam. Dan baru kali ini ada orang
jujur tentang gue”
“Oh
iya ? eh..ngomong..ngomong...impian lo apa?”
“Impian
? Kenapa jadi ngomongin impian ?”
“Gapapa
kali..sebutin aja apa impian lo”
“Gak
ada”
“Bohong.
Dasar cowok..gengsi kalo ditanya kaya beginian. Jujur aja kali..toh ga bakalan
bikin harga diri lo ancur karean nyebutin impian lo !”
“Emang
gue gak punya impian Ayu...”
“Halah....”
“Gue
ga punya impian karena menurut gue impian adalah khayalan orang – orang bodoh”
ucapnya seraya bangkit.
“kenapa
seperti itu ? Oh.. iya betul impian adalah khayalan orang-orang bodoh kalo
orang itu gak mau mewujudkannya”
“Ah..sudahlah...ayo
pulang..gue anterin lo pulang”
Saka
pun mulai membopong Ayu. Selama perjalan mereka tak berbicara lagi. Hanya
hembusan angin yang mengisi kekosongan antara sela-sela tubuh mereka yang berdekatan.
Sesampainya di rumah, Ayu berkata
“Bangunlah
bersamaan dengan mentari pagi,lihat dan rasakan sinarnya aku yakin di saat
itulah kamu meyakini kalo impian itu ada dan impian itu akan terwujud”.
**************
Dari
hari ke hari semenjak kejadian itu Ayu dan Saka semakin dekat. Mereka sudah
menjadi sahabat. Banyak cewe-cewe lain yang iri dengan Ayu yang bisa dekat
dengan Saka,yang sekarang-sekarang diklaim menjadi siswa terpandai dan
terganteng dan ter..ter..lainnya
Dengan
kedekatan itu Saka mulai bisa menaati peratuan. Walaupun ia masih tetap dingin
kepada teman-temannya kecuali pada Ayu. Mungkin Saka pernah marah karena Ayu
sering menyakan tentang impiannya. Jujur saja Saka tak pernah punya impian ,
semua impiannya musnah ketika kedua orangtuanya menghendaki Saka harus menjadi
apa yang orangtuanya inginkan. Ia diarahkan ke hal-hal yang orang tuanya
inginkan tanpa memperdulikan kenyamanan dan kemauan Saka inilah sebabnya kenapa
ia bersikukuh tetap mengklaim bahawa ‘impian adalah khayalan orang-orang bodoh’
karena ia tahu ia tidak bisa mewujudkan semua impiannya . untuk satu impiannnya
saja sudah tak mungkin apalagi semua impiannya sudah jelas itu sangat-sangat
MUSTAHIL.
Dari
kecil ia sangat disibukkan dengan les-les yang diberikan keda orang tuanya tanpa
memberika kesempatan untuk ia menuangka segala keinginannya. Karena didkan
seperti itu Saka tumbuh menjadi seorang yang jenius tapi mati impian. Ia
menjalani hidup ini tanpa gairah. Ia menjalankan hidupnya hanya sesuai skenario
kedua orang tuanya bukan sesuai skenario dirinya.
Tapi
dengan kehadiran Ayu sedikit-sedkit pikran dan hatinya mulai terbuka akan
impian . dan ternyata ia mulai melakukan apa yang pernah dikatakan oleh ayu
‘bangunlah bersamaan dengan mentari pagi,lihat dan rasakan sinarnya. Aku yakin
disaat itulah kamu meyakini bahwa impian itu ada dan impian itu akan terwujud’.
Ia mencoba bangun di pagi hari hanya untu melihat sinar mentari. Awalnya ia tak
percaya dan melakukan ini karena penasaran. Tapi di pagi itu ia melihat,melihat
bagaiamana keinginanya bagaimana impiannya yang selama ini hancur,ia melihat
bagaimana impiannya kembali bersatu menjadi keyakinan dihatinya. Dan hari ini
ia akan bercerita tentang hal ini pada sahabatnya,Ayu.
Ia
bergegas ke sekolah tapi Ayu terlalu sibuk denagn dagangannya sampai jam
istirahatpun ia belum sempat menyampaikan hal ini pada Ayu. Dan tibalah waktu
dimana Ayu sudah beres. Pelajaran ketiga tak ada guru,ini kesempatan untuk Saka
menceritakan hal ini.
“Yu..aku
mau ngomong nih”
“Ah..bentar
deh.aku ketoilet dulu..soalnya kebelet nih...dahhh” ucap seraya berlari keluar
kelas.
Entah
penglihatan Saka yang buruk atau memang benar adanya. Akhir-akhir ini ia
melihat Ayu seperti menahan sakit dan wajahnya pun pucat.
Sudah
satu jam Ayu tak kunjung kembali..’mungkin Ayu mengobrol sama temannya kali’
bisiknya dalam hati. Kesadaran dan logikanya Saka mulai jalan ketika pelajaran
ketiga ini mulai berakhir. Ia bergegas ke toilet. Membuka satu perastu toilet
perempuan tanpa memperdulikan beberapa wanita yang sedang berdandan kaget
dengan kedatangan Saka. Sisa satu toilet yang paling ujung yang belum ia cek.
Ia pun membukanya ternyat terkunci. Ia mulai memanggil-manggil kembali nama
Ayu.
“Yu...Ayu...apa
kamu di dalam”
Ia
memanggil berulang-ulang karena penasaran ia mendobrak pintu. Dan alangkah
kagetnya ketika mata hitam pekatnya itu menangkap Ayu yang tergeletak tak
sadarkan diri. Sontak saja Saka kaget dan panik. Ia mulai membawa keluar Ayu
yang tak sadarkan diri,sekarang terlihat jelas wajah Ayu yang sangat pucat.
Saka pun membawanya kerumah sakit.
**********
Ia
meunggu gelisah kedua orang tua Ayu. Kini Ayu terbaring lemah di ruang ICU ia
kritis. Lama menunggu kedua orang tua Ayu. Dokter menyuruh Saka keruangan nya.
“Bagaiman
keadaan sahabat saya dok? Apa ia akan melewati masa kritisnya?”
“Kita
berdoa saja,tapi ada hal penting yang saya ingin katakan.”
“Apa
itu dok ?”
“Maaf
seharusnya saya mengatakan ini pada kedua orang tuanya,tapi..sudah ampir malam
mereka belum juga datang”.
“Aku
sahabatnya aku berhak mengetahuinya dok”
“Baiklah..begini
saya mau bertanya kenapa pasien masih beraktifitas ? sedangkan seharusnya ia di
rawat?”
“Maksud
dokter ? Ayu baik-baik ajakan ? belakangan ini Ayu masih seperti biasa..tak ada
yang aneh pada dirinya ?”
“Mana
mungkin bisa ? dia mengidao kanker hati satdium akhir,harusnya ia dirawat
intensif !”
“A..pa?
Kanker hati ?”
“Apa
anda baru tahu”
Saka
mengangguk
“Mana
mungkin? Apa anda tidak melihat yang aneh pada dirinya? Dia sudah berada di
stadium akhir..kemungkinan hidupnya ampir tidak ada”
“Ini
sebuah keajaiban dok” seru seseorang yang berada di ambang pintu,ternyata itu
dr Friska
“Saya
pernah menangani Ayu , ini memang sangat aneh . Ayu mengidap penyakit ganas
tapi tak terlihat sedkitpun kalo dia sedang sakit. Awalnyasaya pun tak percaya
dengan hasil lab kala itu tapi setelah di cek berulang-ulang hasilnya sama-sama
menunjukkan kalo Ayu mengidap kanker hati”
“Trus
apa yang harus saya lakukan? Katakan ? berapaun biaya perawatan Ayu akan saya
tanggung dok “ ucap Saka
Dokter
hanya bisa terdiam dan menunduk.
“Mengapa
kalian terdiam ? cepat katakan berapa yang harus saya bayar ?”
“Maaf
.. kita tak bisa melakukan apa-apa hanya mukjizat yang dapat menolongnya karena
sampai saat ini untuk kasus Ayu belum ada titik terang”
Mendengar
itu meneteslah air mata Saka.
*********
Saka
menjalakan mobilnya kini disebelahnya ada Rino adik Ayu. Tadi keluarga Ayu baru
saja datang maklum rumah Ayu sangat jauh dari rumah sakit alhasil mereka baru
sampai. Sama seperti Saka , kedua orang tua Ayu sangat terkejut dengan penyakit
yang diidap Ayu. Alasannya sama karena Ayu tak terlihat sedang merasakan
sakit,tak terlihat seperti sakit,semuanya biasa-biasa saja.
“Kaka...memangnya
Ka Ayu sakit apa ? ko ditemenin sama mesin-mesin emang mesin-mesin itu bisa
nyembuhin Ka Ayu ?”
Saka
tersenyum dan menjawab “ Ka Ayu cuman sakit biasa ko,doain aja biar Ka Ayu
cepet sembuh”
“Masa
sih Ka ? Penyakit biasa-biasa aja ? kalo biasa-biasa aja kenapa tadi Ka Ayu gak
bangun ngejewer aku padahal tadi aku main kebablasan sampe-sampe ibu kahawatir”
“Mungkin
Ka Ayu marah kali jadinya gak mau ketemu kamu apalagi ngejewer kamu”
“Masa
sih ? kalo Ka Ayu marah sama aku Ka Ayu gak bakalan ngediemin aku ! Dia bakalan
ngomelin aku sampe mulutnya berbusa,ngomong gak berhenti-henti,terus nyubitin
aku,ngegelitikin aku,ngejewer aku..gak mungkin kalo ngediemin aku”
Mendengar
celotehan anak yang baru berumur 8 tahun ini Saka tertwa sejenak ia mengingat
kebersamaannya bersama Ayu yang penuh tawa. Memang Ayu tipe orang cerewt dia
akan ngomong merepet gak berhenti kalo pertanyaanya gak di jawab
“Kamu
ini punya mulut gak sih ? kenapa gak dijawab ? ini apa lagi (menunjuk earphone)
emang dasar budek sinting ! udah tau lagi ngomong sama orang malah disumpel
sama ini ! kampret lu! Awas kalo minta korting kue gue lagi !”
Rino
yang melihat Saka senyum-senyum sendiri mulai meraih dahinya,menempelkan
punggung tangan di dahi Saka.
“Ga
panas tapi sama kaya panasnya pantat aku”
Seketika
Rino tertwa lepas sedangkan Saka mulai mencubiti lengan dan pipi Rino. Sadar
sedang mengendarai mobil ia mulai menstabilkan laju mobilnya. Entah kenapa
bayang-bayang kebersamaan dengan Ayu berekelebatan di pikirannya apalagi
tingkah Rino sejak tadi mengingatkan akan kenangan itu. Ya,Rino mirip Ayu. Dulu
pun Ayu pernah melakukan hal yang sama sperti yang dilakukan Rino menempelkan
punggung tangannya di dahi Saka dan berkata
“Ga
panas sih tapi panas pantat gue sama kaya panas dahi lo”
Lagi-lagi
Saka tersenyum .
“Kaka
kenapa sih ? dari tadi senyam senyum terus..aku jadi takut
dehh..jangan...jangan obatnya abis ya.... hahahha”
Dan
lagi-lagi perkataan itu mengingatkan dirinya akan sosok Ayu. Entah mengapa
tingkah dan perkataan Rino semuanya mengingatkan Saka aka sosok Ayu . Dan
tujuannya kali ini adalah ke rumah Ayu untuk mengambil beberapa baju Ayu. Ini
dilakukannya karena kedua orang tua Ayu tak bisa melakukannya apalagi keadaan
Ibu Ayu yang histeris.
Tak
berapa lama ia sampai di rumah sederhana milik Ayudan keluargaku. Saka sudah
tau kalo Ayu bukan bersal dari keluarga kaya. Tapi sifat Ayu yang riang dan
supel membuatnya mudah bersosialisasi. Ia ingat akan pesan Ayah Ayu kalo Ayu
sering mengunci kamarnya,dan kucinya ia simpan dibalik figura fotonya di ruang
tamu.Saka pun masuk Rino tetap berceloteh tentang Kakaknya itu.
Saka
menemukan kunci yang dimaksud,sejnak ia memandang foto Ayu ada secercah
kebagahagiaan yang menghampiri ketika Saka melihat foto Ayu yang sedang bergaya
dan tersenyum lebar tapi seketika rasa perih tiba menghampiri hatinya tak kala
ia sadar bahwa Ayu sekarang seperti ini.
Tak
menunggu waktu lama Saka pun membuka pintu kamar Ayu. Rino terkejut saat
melihat di kamar Ayu terpajang sepeda yang ia idam-idamkam. Ia ingat kalo
sekarang dirinya ulang tahun yang ke-8 . ia ingat setahun yang lalu ia ingin
dibelikan sepeda kepada kedua orang tuanya jika ia ulang tahun. Dan alangkah
bahagianya ketika ia bisa mendapatkan keinginannya. Rino mendekati sepeda
itu,ia tertarik denan kertas yang tertempel di bagian depan sepedanya.
“Ka
! lihat ini ada surat tolong bacainya..soalnya aku belum lancar baca” dengan
sumringah ia menghampri Saka yang mulai membereskan beberapa baju.
UNTUK
ADIKKU YANG BAWELNYA SAMA KAYA KAKAKNYA
RINO
AGUSTIAN
Maaf kalo kaka baru bisa beliin kamu
sepeda sekarang. Padahal kamu menginginkannya setahun yang lalu. Semoga kamu masih
menginginkannya ya. Dan selamat ulang tahun yang ke 8 tahun semoga menjadi
kebanggan Ibu sama Bapa yaa..pesan Kaka jangan kedua orang tua kita ya...dan
berusahalah untuk belajar...masa sudah kelas 2 masih belum bisa baca sih ??
malu dong sama gebetan kamu , Asty. Pasti sekarang mukamu kecut kan ? karena
Kaka tahu RAHASIA terbesarmu. Dan mungkin Ayah sama Ibu akan mencubitmu !!!
haha rasain !!!! dan kamu gak bisa nutup-nutpin lagi karena Kakak yakin surat
ini dibaca sama Ayah atau Ibu...semoga saja saat surat ini dibacain Kaka bisa
mendengarnya.
Oh ya satu lagi,belajarlah yang
serius dan belajarlah untuk bisa membuka kunci rumah ! Masa kamu mau nungguin
Kakak terus sampe sore ! Padahal kamu kan gak bisa nahan lapar !. jadilah
kebanggaan kawan !
Kakak yang selalu
menjewrmu
Ayu
Ningtiyas
“Ah..sebel..sebell
kenapa Ka Ayu bisa tau rahasia itu sih ?? Kaka..jangan..bilangin yah sama Ibu
yaa..plissss”
“Boleh
sih...tapi ada syaratnya..”
“Ah
Ka Saka sama Ka Ayu apa-apa syarat”
“Ya
udah kalo gak mau”
“Eh..iya..iya
deh...emang apa syaratnya”
“Kamu
harus janji kalo kamu bakalan jadi orang cerdas oke ?”
“Okeee!!!”
Saka
pun melanjutkan membenahi pakaian Ayu,setelah hampir selesai matanya tertuju
pada meja belajar Ayu disana tergelatak satu buku yang ternuka. Karena
penasaran ia pun meraihnya. Ternyata diary Ayu..awalnya ia membiarkan buku itu
tapi...ia ingin tahu apa yang selalu Ayu tulis di buku diary nya itu. Ia pun
membuka asal-asalan...
12-11-2014
Entah
apalagi yang harus aku hadapi. Dan entah berapa kuat lagi menahan sakit ini.
Diary..aku terkena kanker hati. Aku tak tahu harus bagaimana ...aku takut
merpotkan kedua orang tuaku kalo aku mengatakan hal ini. Bantu aku
diary...sampaikan pada Tuhan jika takdirku berakhir karena penyakit ini..izinkan
aku membahagiakan keluargaku di ujung usiaku.
5-1-2016
Hai diary..lama tak jumap. Maaf kalo
sudah sehaun lebih ini aku tak menorehkan lagi kisahku. Aku malu padamu
diary...kamu harus menampung segala keluh kesahku..jadi setahun kmarin aku
mencoba berjuang sendirian..aku tak ingin menyusahkan siapapun..termasuk
kamu..diary...
Tapi ternyata..aku tak bisa...kali
ini penyakitku semakin mengerogotiku/ ayah dan ibu masih belum mengetahui ini
jangan tentang penyakitku tentang aku sering berjalan kue dan online shop pun
mereka tak tahu. Aku ini durhaka sekali ya...
11-1-2016
Dikelasku kedatangan siswa baru.
Tapi dia itu dingin sekali dan suka seenaknya guru matematikaku dibuat dongkol
olehnya. Tapi dia tampan juga sih ..hehehe
18-1-2016
Diary...ternyata Saka tak sedingin
yang aku kira dia asyik jugaa malah sekarang kami bersahabat. Tapi kenapa dia tak
percaya impian ? kenapa dia tak punya impian ?
1-2-2016
Diary...bolehkah aku berkeluh kesah
tentang penyakitku ? .... aku janji ini yang terakhir kali...mungkin kamu
bosan...tapi aku harus mengadu kesiapa lagi kalo bukan samakamu ?
Diary..penyakitku semakin
parah..mana obatnya mahal-mahal lagi...entahlah beberapa hari ini aku tak
berselera makan...aku sudah tak berselera apapun padahal aku butuh energi untuk
menghadapi ujian..semoga penyakit ini menginzinkan aku untuk menyelesaikan
sekolahku karena aku membuat bangga kedua orang tuaku. Oh ya,aku berhasil
membelikan kado untuk adikku Rino aku tahu dia menginginkannya setahun yg lalu
tapi aku baru ada rezeki tahun ini..semoga dia masih menginginkannya...
Oh ya..kamu tahu keinginanku dan
impian ku banyak ? ah...sekarang aku hanya ingin ada seseorang yang menyanyikan
lagu ini....
Dengarkanlah
aku cerita hatiku
Cerita
tentangmu
Aku
mau ikhlas,ikhlas menyayangimu
Tutuplah
matamu
Aku
tlah berjanji menyanyangimu
Lahir
dan batinku
Aku
telah berjanji mendampingimu
Lahir
dan batinku
Andai
engkau tahu kusiap mati untukmu
Jiwa
dan ragaku
Cukup
aku dan Tuhan yang tahu
Iya,masih seperti dulu impianku ...
aku ingin ada orang tulus menyanyikan untukku.....tapi...sekarang aku ingin
seseorang itu adalah dia diary...tapi..aku takut dia marah dan membenciku.
Andai saja dia merasakan apa yang aku rasakan terhadpanya....
Andai...saja......
***************
Sudah
seminggu Ayu terbaring lemah. Ia belum juga melewati masa kritisnya. Selam
seminggu itu dengan rutin Saka menjenguki Ayu dari sepulang sekolah sampai
larut mala. Ia sudah tak memperdulikan kedua orangtuanya yang marah karena hal
ini. Ia terlalu menyayangi Ayu. Seseorang yang telah menghidupak kembali Saka
yang penuh impian.
Dan
impiannya kali ni iala ia ingin meraih impian bersama Ayu..
“Ayu..kau
tahu ? hari itu aku hanya ingin mengungkapkan kalo aku yakin impian itu ada dan
akan terwujud..itu saja...kumohonn..bangun yu...bukankah kau pernah bilang
kepadaku untuk meraih impianmu bersamaku ? Yu...keinginan terbesarku adalah
meraih impian bersamamu..”
Tapi
Ayu tetap tak bergeming.
Ternyata
Saka ketiduran..ia tak sadar kalo Ayu kini sudah bangun. Saat ia membuka mata
ia begitu terkejut ia serasa ingin berteriak tapi Ayu menggelengkan kepalanya
menginsyaratkan jangan.
“Jangan..Saka...biarkan
mereka tidur dengan damai..”
Ayu
tahu kalo Saka akan memberitahu Ayah,Ibu dan Adik Ay yang tertidur di sofa tempat
Ayu di rawat. Dengan berat hati..Saka menunduk kemudian menatap Ayu..tangannya
menggenggam tangan Ayu..
“Aku
senang kamu udah sadar Yu...sebaiknya..kamu tidur ini masih jam 4 “
“Aku
ingin melihat mentari pagi..Saka..tolong buka kan jendela itu”
“Baiklah....”
Saka
pun membukakan jendela
Ayu
tahu kalo Saka telah membaca diarynya,terbukti karena buku diarynya kini berda
di sampingnya
“Saka...”
“Ya..Ayu
?”
“Apakah
kamu sudah menemukan impianmu?”
Saka
tersenyum tangannya masih menggenggam tangan Ayu “Sudah..terimakasih...”
“Aku
senang mendengarnya”
“Ya..dan
aku ingin kamu menepati janjimu kalo kamu akan meraih impianku besamaku..”
Ayu
hanya tertunduk” Saka...”
“Hmmm...”
Saka hanya tersenyum kepada Ayu dan mengeluskan tangan Ayu ke pipinya.
“Kamu
membaca diary ku kan ?”
“Hhehe
maaf Yu.... habisnya aku
penasaran”
“Kalo
gitu mau gak kamu mewujudkan impianku”
“Maksudnya
?”
“Nyanyikan
aku lagu yang aku tulis di Diary ku Saka...”
Saka
mengernyitkan dahi . Sungguh saat ia tahu Ayu membicarakan orang yang ia dirinya
suka hati Saka perih. Karena Saka tahu..cintanya bertepuk sebelah...ya,Saka
mencintai Ayu..
“Ayolah
Saka...untukku...”
Karena
kata-kata itu Saka tahu...ya Saka tahu dan yakin bahwa Ayu pun mencintainya...
“Apakah
kau.....”
Seakan
tahu apa yang akan di ucapkan Saka...Ayu tersenyum dan berkata
“Cepatlah..Saka....supaya aku tidur kembali..aku lelah”
Dengar
sumringah Saka menyanyikan lagu itu,lagu kesukaan Ayu...
Tapi
sebelumnya ia ikut berbaring bersama Ayu . Saka mengusap lembut rambut
Ayu..yang karena penyakitnya ... rambut tebal Ayu menjadi tipis ia mengecup
puncak kepala Ayu dan Ayu pun mulai menyelundupkan kepalanya ke badan Saka.
Saka pun mulai bernyanyi...
Dengarkanlah
aku cerita hatiku
Cerita
tentangmu
Aku
mau ikhlas,ikhlas menyayangimu
Tutuplah
matamu
Aku
tlah berjanji menyanyangimu
Lahir
dan batinku
Aku
telah berjanji mendampingimu
Lahir
dan batinku
Andai
engkau tahu kusiap mati untukmu
Jiwa
dan ragaku
Cukup
aku dan Tuhan yang tahu
“Terimakasih
Saka..Aku mencintaimu..teruslah bernyanyi agar aku terlelap dan sakitku hilang
“ ucap Ayu parau..
Saka
tak sadar putaran kedua lagu di dengungkan Ayu pergi..Ayu tak mersakan sakitnya
lagi...Ayu bahagia....Dia telah meraih impiannya.....
Baru
setelah ketiga kalinya menyanyi..ia mersakan hembusan nafas Ayu tak ia rasakan
lagi di dadanya...ia membalikkan badan Ayu....ia melihat kedamaian di wajah
Ayu....
Dan
sadarlah....ketika mesin itu mengeluarkan
Tiiiiiiiiiiiiitttttttttttt...............
Komentar
Posting Komentar